Jabar

Kadisdik Jabar Purwanto Buka Pesantren Ekologi Ramadan 1447 H: Rawat Bumi dengan Pancaniti

Didin Wahidin | 24 Februari 2026, 15:40 WIB
Kadisdik Jabar Purwanto Buka Pesantren Ekologi Ramadan 1447 H: Rawat Bumi dengan Pancaniti

AKURAT JABAR – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Kadisdik Jabar) Purwanto secara resmi membuka Pesantren Ekologi Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa (24/2/2026).

Program inovatif ini bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga bumi melalui pendidikan yang berbasis nilai keimanan dan kelestarian lingkungan.

Oleh karena itu, Purwanto menegaskan bahwa bumi merupakan rumah bersama sekaligus amanah yang harus dirawat.

Sebab, Jawa Barat saat ini tengah menghadapi tantangan serius mulai dari persoalan sampah, pencemaran sungai, hingga ancaman ketahanan pangan akibat alih fungsi lahan.

Baca Juga: Padukan Seni dan Ekologi, Jampang Creative Camp 2 Ubah Pantai Minajaya Jadi Ruang Belajar Terbuka

 

Terapkan Metode Pancaniti dan Karakter Pancawaluya

Berdasarkan paparan Kadisdik, Pesantren Ekologi ini menggunakan pendekatan pembelajaran Pancaniti.

Tahapan ini meliputi niti harti (kepedulian dari hati), niti surti (kepekaan alam), niti bukti (aksi nyata), niti bakti (konsistensi), hingga niti sajati (pembentukan jati diri).

Maka dari itu, langkah ini sangat selaras dengan visi Pendidikan Karakter Pancawaluya di Jawa Barat. Targetnya adalah mencetak generasi yang cageur, bageur, bener, pinter, dan singer.

Hasilnya, siswa tidak hanya cerdas di kelas, tetapi juga memiliki empati tinggi terhadap krisis ekologi global.

Baca Juga: Kadisdik Jabar Integrasikan Konservasi Bambu ke Kurikulum, Dukung Visi Ekologi KDM

 

Sekolah Jadi Garda Terdepan Kedaulatan Pangan

Dalam arahannya, Kadisdik Jabar Purwanto mendorong setiap sekolah untuk memanfaatkan lahan kosong guna menanam pohon dan tanaman pangan.

Ia menilai, setiap pohon yang tertanam merupakan investasi masa depan bagi generasi mendatang.

Baca Juga: Kembalikan Fungsi Gunung, Gubernur Dedi Mulyadi Dorong MUI Jaga Ekologi Jawa Barat

"Guru harus menjadi teladan perilaku ramah lingkungan. Kami ingin aksi seperti memilah sampah, mengurangi plastik, dan menghemat energi menjadi budaya sekolah yang berkelanjutan," ujar Purwanto.

Selain itu, Disdik Jabar menjadikan kesadaran hidup ekologis sebagai core value dalam membangun karakter bangsa.

Pasalnya, perubahan besar selalu bermula dari kebiasaan kecil yang konsisten, seperti menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan rumah.

Baca Juga: Reformasi Kurikulum: Gubernur Anjurkan Siswa Jabar Belajar di Luar Kelas Seminggu Sekali, Disdik Siapkan Kurikulum Ekologi

 

Sinergi Global Melalui Aksi Lokal

Lebih lanjut, Purwanto mengajak seluruh satuan pendidikan di Jawa Barat untuk bergerak serentak.

Dengan demikian, Pesantren Ekologi tidak hanya menjadi program musiman selama Ramadan, tetapi solusi nyata untuk memperbaiki kualitas lingkungan hidup secara permanen.

Pada akhirnya, sinergi ini diharapkan mampu membangkitkan spirit kedaulatan pangan dari lingkungan sekolah.

Melalui gerakan ini, Jawa Barat optimis dapat melahirkan "khalifah fil ardh" yang berperan sebagai perawat dan pemakmur alam yang tangguh.

Baca Juga: MPLS Panca Waluya : Gelar Aksi Ekologi Hebohkan Bandung, Ribuan Siswa Turun Tangan Lawan Sampah

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.