Jabar

Investasi Air Masa Depan, Bupati Bogor Ajak Sinergi Lintas Daerah Menjaga Hulu Sungai Ciliwung

Didin Wahidin | 10 Februari 2026, 11:05 WIB
Investasi Air Masa Depan, Bupati Bogor Ajak Sinergi Lintas Daerah Menjaga Hulu Sungai Ciliwung

AKURAT JABAR – Bupati Bogor Rudy Susmanto, mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk berkolaborasi dalam menjaga hulu Sungai Ciliwung.

Ia menegaskan bahwa tanggung jawab merawat kawasan vital tersebut tidak boleh hanya bertumpu pada satu daerah, mengingat dampaknya yang luas hingga ke wilayah hilir.

Seruan tersebut Rudy sampaikan saat memimpin aksi penanaman pohon di Cisarua, Rabu (5/2/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program ambisius pembangunan hutan kota yang tersebar di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Lindungi Warga, Bupati Bogor Rudy Susmanto Tinjau Lokasi Pergeseran Tanah di Kecamatan Sukamakmur

 

Kolaborasi Lintas Wilayah demi Kelestarian Air

Rudy menjelaskan bahwa aliran Sungai Ciliwung yang bersumber dari kawasan Puncak melintasi berbagai wilayah, mulai dari Bogor, Bekasi, hingga DKI Jakarta.

Oleh karena itu, kondisi ekosistem di wilayah hulu menjadi penentu utama kualitas sumber air dan pengendalian risiko bencana bagi daerah-daerah yang dilaluinya.

“Hulu Sungai Ciliwung ini milik kita semua. Meski secara administratif berada di Kabupaten Bogor, tetapi perawatannya menjadi kewajiban semua pihak yang cinta lingkungan. Mari kita jaga bersama-sama,” ujar Rudy.

Lebih lanjut, Rudy mengistilahkan upaya pelestarian ini sebagai "investasi air". Menurutnya, dengan menjaga wilayah resapan secara optimal, masyarakat dapat meminimalisir dampak negatif seperti banjir dan kerusakan lingkungan di masa depan.

Baca Juga: Hijaukan Kawasan Puncak Bogor, 50 Ribu Bibit Pohon Ditanam

 

Langkah Strategis Tekan Risiko Banjir Jakarta

Sejalan dengan hal itu, Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup RI, Nur Ari Wardoyo, memberikan apresiasi tinggi atas inisiasi program "Bogor Menanam untuk Indonesia".

Ia menilai pemulihan tutupan lahan di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung merupakan intervensi berbasis ilmiah yang krusial untuk menekan risiko banjir dan longsor di Jakarta.

“Pemulihan ekosistem di hulu DAS Ciliwung adalah langkah strategis. Ini adalah kerja kolektif yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, komunitas lokal, hingga masyarakat luas,” ungkap Nur.

Baca Juga: Respon Keluhan Warga, Bupati Rudy Susmanto Pastikan Pembebasan Lahan Jalur Khusus Tambang Bogor 2026 Segera Eksekusi

Nur juga mengingatkan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya terletak pada proses penanaman, tetapi juga pada konsistensi dalam merawat pohon yang telah tertanam.

Lingkungan yang lestari akan memberikan dampak balik berupa keamanan dan keberlanjutan hidup bagi semua pihak.

Pada akhirnya, sinergi antara Kabupaten Bogor dengan wilayah tetangga diharapkan mampu menciptakan manajemen DAS yang terpadu.

Dengan menjaga hulu Sungai Ciliwung secara berkelanjutan, risiko bencana tahunan yang menghantui wilayah hilir diharapkan dapat berkurang secara signifikan.

Baca Juga: Gubernur KDM Terima Manifesto Sunda Raya, Janji Pembenahan Sungai di Jabar

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.