Jabar

Iran Tetapkan 40 Hari Berkabung Usai Ayatollah Ali Khamenei Tewas dalam Serangan Gabungan AS–Israel

Aris Rismawan | 1 Maret 2026, 12:55 WIB
Iran Tetapkan 40 Hari Berkabung Usai Ayatollah Ali Khamenei Tewas dalam Serangan Gabungan AS–Israel
Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel. Iran menetapkan 40 hari berkabung nasional

AKURAT JABAR - Pemerintah Iran mengumumkan wafatnya Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Minggu (1/3/2026).

Media resmi Iran, IRIB, menyatakan bahwa Khamenei meninggal dunia di kompleks kediamannya, Beit Rahbari, di Teheran.

“Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran gugur sebagai syahid di tempat kerjanya di Beit Rahbari (kompleks kediamannya),” demikian laporan yang disiarkan IRIB.

Seiring pengumuman tersebut, pemerintah menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari di seluruh wilayah Iran.

Israel Klaim Sejumlah Pejabat Tinggi Iran Turut Tewas

Militer Israel menyebut serangan itu juga menewaskan sejumlah pejabat penting keamanan Iran. Di antaranya disebutkan menteri pertahanan, komandan Garda Revolusi, serta sekretaris Dewan Keamanan Iran yang dikenal sebagai penasihat dekat Khamenei.

Namun hingga kini, otoritas Teheran belum memberikan konfirmasi resmi terkait kematian para pejabat tersebut.

Beberapa jam sebelum pengumuman resmi dari Iran, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melalui platform Truth Social menuliskan bahwa operasi bersama Israel dengan dukungan AS telah berhasil menewaskan Khamenei.

“Dia tidak mampu menghindari Sistem Intelijen dan Pelacakan Canggih kami, dan, karena bekerja sama erat dengan Israel, tidak ada satu pun yang dapat dia, atau para pemimpin lain yang telah terbunuh bersamanya, lakukan,” tulis Trump.

Serangan Dimulai Sejak Pagi, Teheran Diguncang Ledakan

Gelombang serangan udara dilaporkan dimulai pada Sabtu (28/2/2026) setelah matahari terbit waktu setempat. Sejumlah ledakan besar mengguncang ibu kota Teheran dan terekam dalam berbagai video yang memperlihatkan asap tebal membubung tinggi ke langit.

Kementerian Luar Negeri Iran mengecam keras aksi militer tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran berat terhadap kedaulatan negara.

Menurut pernyataan resmi, sejumlah fasilitas militer dan sipil menjadi sasaran dalam serangan tersebut.

Kelompok kemanusiaan Bulan Sabit Merah Iran melaporkan lebih dari 200 orang meninggal dunia akibat serangan yang terjadi di berbagai wilayah.

Iran Balas dengan Rudal dan Drone, Konflik Meluas

Sebagai respons, Iran meluncurkan rudal dan drone ke sejumlah titik, memperluas eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Sirene peringatan serangan udara dilaporkan berbunyi di berbagai wilayah Israel.

Sejumlah negara Teluk juga terdampak. Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, dan Kuwait melaporkan adanya serangan atau ancaman dari drone dan rudal yang diluncurkan Iran.

Pemerintah Yordania menyatakan telah menembak jatuh 49 drone serta rudal balistik yang mengarah ke wilayahnya.

Situasi keamanan regional pun berada dalam kondisi siaga tinggi, dengan kekhawatiran konflik dapat berkembang menjadi konfrontasi terbuka berskala lebih luas di Timur Tengah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.