Jabar

Kawal Arus Mudik Lebaran, 26.692 Personel Gabungan Perkuat Operasi Ketupat Lodaya 2026 Jabar

Didin Wahidin | 11 Maret 2026, 20:16 WIB
Kawal Arus Mudik Lebaran, 26.692 Personel Gabungan Perkuat Operasi Ketupat Lodaya 2026 Jabar
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, saat menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral persiapan Operasi Ketupat Lodaya 2026 Jabar di Aula Ditlantas Polda Jabar, Kota Bandung, Selasa (10/3/2026).

AKURAT JABAR – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat mengerahkan kekuatan penuh guna menjamin keamanan mobilitas masyarakat menjelang Idulfitri.

Sebanyak 26.692 personel gabungan kini bersiaga dalam rangka Operasi Ketupat Lodaya 2026 Jabar. Pengamanan masif ini melibatkan kolaborasi antara Polri, TNI, serta berbagai instansi terkait lainnya.

Kapolda Jabar, Rudi Setiawan, merinci bahwa kekuatan tersebut terdiri dari 2.440 personel Polda Jabar, 12.657 personel jajaran polres, serta 11.595 personel dari unsur TNI dan instansi pendukung.

Faktanya, jumlah ini diproyeksikan mampu meredam potensi gangguan di jalur mudik terpadat di Indonesia tersebut.

"Pelibatan puluhan ribu personel ini bertujuan agar pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran di Jawa Barat berjalan aman, lancar, dan kondusif," tegas Rudi saat memimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Aula Ditlantas Polda Jabar, Kota Bandung, Selasa (10/3/2026).

Baca Juga: Info Mudik Jawa Barat 2026: Cek Daftar Jalur Alternatif, Jadwal One Way, dan Puncak Arus Mudik

Fokus Utama: Rekayasa Lalu Lintas dan Objek Vital

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan dukungan penuh terhadap kesuksesan operasi ini.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, meminta seluruh unsur memperkuat koordinasi di sektor pengaturan lalu lintas serta pelayanan publik.

Beberapa poin krusial yang menjadi perhatian dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026 Jabar meliputi:

  1. Rekayasa Lalu Lintas: Penerapan sistem satu arah (one way) atau contraflow di jalur mudik utama.

  2. Kesiapan Infrastruktur: Memastikan kemantapan jalan tol dan jalur arteri.

  3. Pengamanan Pusat Keramaian: Penjagaan ketat di tempat ibadah, terminal, stasiun, pelabuhan, hingga destinasi wisata favorit.

Menariknya, Erwan juga menekankan pentingnya mitigasi bencana dan layanan kesehatan.

Ia meminta petugas rutin memperbarui data cuaca agar masyarakat dapat menentukan waktu perjalanan dengan lebih bijak.

Baca Juga: Panduan Lengkap Aturan Mudik Lebaran 2026: Jadwal One Way, Contra Flow, dan Ganjil Genap

Tantangan Jalur Mudik Terpadat: 30 Juta Orang Bergerak

Perlu diketahui, Jawa Barat menghadapi tantangan logistik yang sangat besar karena memiliki jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, yakni mencapai 50,7 juta jiwa.

Sekitar 97,3 persen di antaranya merupakan umat muslim, yang menjadikan wilayah ini sebagai episentrum pergerakan orang saat Lebaran.

Berdasarkan data terbaru, diperkirakan sebanyak 30,97 juta orang atau 21,52 persen pemudik nasional berasal dari Jawa Barat dan akan berangkat ke luar daerah.

Sementara itu, arus pemudik yang masuk ke wilayah Jabar sendiri diprediksi menyentuh angka 25,09 juta orang.

“Kondisi ini menimbulkan tantangan tersendiri dalam pengelolaan keamanan, ketertiban, serta pelayanan publik selama masa libur Lebaran,” jelas Erwan.

Baca Juga: Antisipasi Macet Mudik 2026, Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan Siapkan Teknologi Digital di Rest Area Tol Japeka

Jaminan Pasokan Energi dan Bahan Pokok

Selanjutnya, pemerintah daerah menjamin ketersediaan bahan pokok dan energi seperti BBM serta LPG selama periode libur panjang.

Tim gabungan akan terus melakukan pengecekan di lapangan guna mencegah kelangkaan maupun lonjakan harga yang tidak wajar.

Akhirnya, sinergi antara aparat keamanan dan pemerintah daerah diharapkan mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

Dengan demikian, perayaan Idulfitri 1447 H di Jawa Barat dapat berlangsung dengan penuh kedamaian.

Baca Juga: Permudah Pemudik, Pemprov Jabar Integrasikan Mudik Gratis 2026 dan Pantauan CCTV di Aplikasi Sapawarga

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.