Jabar

Operasi Ketupat Lodaya 2026 Jawa Barat Sukses Tekan Fatalitas Kecelakaan Hingga 24 Persen

Didin Wahidin | 22 Maret 2026, 20:20 WIB
Operasi Ketupat Lodaya 2026 Jawa Barat Sukses Tekan Fatalitas Kecelakaan Hingga 24 Persen
Kapolda Irjen Rudi Setiawan dan Gubernur KDM apresiasi penurunan fatalitas kecelakaan sebesar 24 persen.

AKURAT JABAR – Pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 Jawa Barat mencatatkan capaian gemilang dalam menjaga keamanan dan kelancaran arus mudik di Tanah Pasundan.

Berdasarkan rekapitulasi data periode 13 hingga 19 Maret 2026, indikator utama keselamatan lalu lintas menunjukkan perbaikan yang sangat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kapolda Jabar, Irjen Pol. Rudi Setiawan, mengungkapkan bahwa salah satu pencapaian paling mencolok adalah terjun bebasnya angka pelanggaran lalu lintas yang mencapai 99,18 persen.

Selain itu, gangguan keamanan secara umum juga terkoreksi turun drastis hingga 94,71 persen, meskipun terdapat dinamika kenaikan angka kriminalitas sebesar 35,11 persen.

Faktanya, strategi rekayasa lalu lintas yang dinamis terbukti ampuh meredam potensi kemacetan horor di jalur arteri maupun tol.

“Data menunjukkan bahwa strategi pengamanan dan rekayasa lalu lintas tahun ini berjalan sangat efektif. Penurunan fatalitas korban meninggal dunia sebesar 24,61 persen menjadi bukti nyata kesigapan petugas di lapangan,” ujar Irjen Pol. Rudi Setiawan, Sabtu (21/3/2026).

Baca Juga: Kawal Arus Mudik Lebaran, 26.692 Personel Gabungan Perkuat Operasi Ketupat Lodaya 2026 Jabar

Rekor Volume Kendaraan dan Efektivitas Rekayasa Lalin

Oleh sebab itu, kepolisian menerapkan diskresi kepolisian secara intensif guna mengurai simpul kepadatan. Tercatat, petugas memberlakukan skema contra flow sebanyak 22 kali dan pengalihan arus hingga 60 kali di berbagai titik lelah jalur mudik.

Selanjutnya, tahun 2026 mencatatkan rekor baru dalam volume kendaraan. Puncak arus mudik menembus angka 270.315 unit, atau naik 4,62 persen dibanding tahun 2025.

Hingga periode pelaporan, total kendaraan yang keluar dari Jakarta mencapai 1.692.528 unit—sekitar 48 persen dari total proyeksi pemudik tahun ini.

Statistik Keselamatan Jalan Raya:

  • Angka Kecelakaan: Turun 3,23 persen.

  • Fatalitas (Meninggal Dunia): Turun 24,61 persen.

  • Luka Berat: Turun 4,55 persen.

Baca Juga: Siaga Operasi Ketupat Lodaya 2026, Pemkab Bogor Gelar Shalat Id Perdana di Stadion Pakansari

Gubernur KDM: Sinergi TNI-Polri Adalah Kunci Utama

Menariknya, keberhasilan Operasi Ketupat Lodaya 2026 Jawa Barat ini menuai apresiasi luas dari berbagai pihak. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh personel yang bertugas tanpa lelah di garda terdepan.

KDM menilai kolaborasi bahu-membahu antara Polri, TNI, dan unsur pemerintah daerah merupakan bukti nyata dedikasi negara dalam melayani masyarakat.

Komunikasi intensif antara Gubernur dan Kapolda Jabar menjadi faktor penentu dalam pengambilan keputusan strategis di titik-titik krusial kemacetan.

“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja keras. Sinergi ini adalah kunci mengapa arus mudik 2026 di Jawa Barat dapat dikategorikan sukses, baik dari sisi keamanan jiwa maupun kelancaran logistik,” tutur KDM.

Baca Juga: Operasi Lodaya 2025 Dimulai: Kapolda Jabar Tinjau KM 57, Rest Area Mulai Diserbu Kendaraan

Standar Baru Pelayanan Publik di Tanah Pasundan

Selain itu, koordinasi yang matang memastikan setiap skema rekayasa, mulai dari one way hingga pengelolaan rest area, berjalan secara terintegrasi.

Hal ini membuktikan bahwa Jawa Barat telah memiliki sistem mitigasi yang kuat dalam menghadapi lonjakan volume kendaraan yang luar biasa setiap tahunnya.

Penting untuk dicatat, keberhasilan tahun ini menjadi standar baru bagi pelayanan publik di wilayah hukum Polda Jabar.

Masyarakat merasakan langsung dampak pengamanan terpadu ini, di mana perjalanan menuju keluarga tercinta dapat terlaksana dengan tertib dan kondusif.

Baca Juga: Bersama Kemenhub, Gubernur Dedi Mulyadi Tinjau Jalur Mudik dan Salurkan Kompensasi Kusir Delman di Garut

Penutup: Apresiasi untuk Kepatuhan Masyarakat

Akhirnya, Polda Jabar menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah mematuhi aturan lalu lintas selama perjalanan.

Kedisiplinan pemudik menjadi faktor pendukung utama yang membuat angka pelanggaran menurun drastis hingga hampir 100 persen.

Dengan demikian, semangat kolaborasi ini diharapkan terus terjaga hingga masa arus balik berakhir, sehingga tradisi mudik di Jawa Barat tetap menjadi perjalanan yang penuh kehangatan dan rasa aman.

Baca Juga: Nekat Melintas, Polda Jabar Tindak Tegas 1.700 Truk Sumbu Tiga yang Langgar Aturan Mudik Lebaran 2026

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.