SMAN 1 Cisarua KBB Gelar Puncak Kokurikuler, Siswa Tampilkan Inovasi Limbah hingga Aplikasi Sejalan

AKURAT JABAR - Kegiatan pendidikan berbasis karakter kembali diperkuat melalui gelaran Puncak Kokurikuler Proyek Kolaborasi Antarmata Pelajaran yang diselenggarakan SMAN 1 Cisarua, Selasa (7/4/2026).
Acara yang berlangsung di lapangan sekolah ini menjadi ajang unjuk kreativitas sekaligus implementasi pembelajaran lintas disiplin bagi para siswa.
Beragam kegiatan ditampilkan dalam acara tersebut, mulai dari pertunjukan seni, pameran produk inovatif berbasis pemanfaatan limbah, hingga peluncuran aplikasi digital bernama Sejalan.
Aplikasi ini dirancang sebagai solusi transportasi berbasis komunitas sekolah, dengan konsep “nebeng teman” yang telah memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk berangkat ke sekolah secara lebih efisien dan aman.
Kepala SMAN 1 Cisarua, Neneng Titin Suryati, menjelaskan bahwa kegiatan kokurikuler kolaboratif ini merupakan refleksi dari integrasi berbagai mata pelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga penguatan karakter siswa.
Baca Juga: Beasiswa Pancawaluya Ringankan Beban Siswa SMKN 1 Bandung, Tingkatkan Semangat Belajar
Menurutnya, program ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai Pancawaluya yang menjadi bagian penting dalam pembentukan kepribadian pelajar di Jawa Barat. Ia menyebutkan, hasilnya mulai terlihat dari perubahan sikap siswa yang lebih positif.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap karakter siswa semakin kuat. Bahkan, para siswa sendiri mengakui adanya perubahan ke arah yang lebih baik sejak penerapan pendidikan karakter Pancawaluya di sekolah,” ujarnya.
Tidak hanya melibatkan siswa dan guru, pihak sekolah juga mengundang orang tua untuk turut hadir menyaksikan langsung berbagai penampilan dan karya yang ditampilkan.
Langkah ini dinilai penting untuk membangun sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung perkembangan potensi siswa.
“Orang tua bisa melihat secara langsung bagaimana kreativitas anak-anak mereka berkembang di sekolah. Ini menjadi momen kebanggaan sekaligus evaluasi bersama,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga menunjukkan antusiasme tinggi dari para siswa. Kepala sekolah mengaku terkesan dengan dedikasi peserta didik yang telah mempersiapkan penampilan secara maksimal jauh hari sebelum acara berlangsung.
“Saat proses latihan, saya melihat sendiri bagaimana keseriusan mereka. Mereka sangat aktif dan berkomitmen untuk memberikan yang terbaik,” katanya.
Menariknya, Puncak Kokurikuler ini tidak hanya menjadi panggung bagi siswa, tetapi juga melibatkan para guru secara aktif. Para tenaga pendidik berperan dalam membimbing sekaligus ikut memeriahkan acara melalui pertunjukan seni.
Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah penampilan tari merak yang dibawakan oleh kepala sekolah bersama sejumlah guru perempuan dengan riasan dan kostum yang menyerupai penari profesional.
Selain itu, beberapa guru juga tampil dengan konsep karakter lokal, yakni Nyi Iteung dan Kang Kabayan, sebagai simbol kekompakan dan upaya menghidupkan budaya Sunda di lingkungan sekolah.
Baca Juga: Izin SMK IDN Bogor Dibatalkan, Pemprov Jabar Pastikan Hak Pendidikan Siswa Tetap Terlindungi
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana edukatif yang memperkuat nilai kebersamaan, kreativitas, serta pelestarian budaya lokal.
Kolaborasi antara siswa dan guru menjadi bukti nyata bahwa proses pembelajaran dapat berlangsung secara menyenangkan dan bermakna.
Ke depan, pihak sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari strategi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Terlebih dengan hadirnya inovasi digital seperti aplikasi Sejalan, siswa didorong untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga kreator solusi di lingkungan mereka.
Melalui kegiatan ini, SMAN 1 Cisarua menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan, khususnya sebagai bagian dari generasi penerus di Jawa Barat.
Baca Juga: Bentuk Karakter Sejak Dini, Kapolri Puji Ketegasan KDM Soal Larangan Siswa Bawa Motor ke Sekolah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sabet Penghargaan Disway Top Regional Leader Award 2026, Saepul Bahri Binzein Kokohkan Purwakarta sebagai Magnet Industri Jawa Barat
- 2Menguji Akuntabilitas di Tengah Polemik PCMB Jawa Barat: Solusi Untuk Calon Murid Lebih Utama daripada Pergantian Pimpinan
- 3Respons Isu Reformasi Jilid II, Forum Sekjen Cipayung Plus: Situasi Berbeda dengan 1998
- 4BEM Se-Kota Makassar Gelar Dialog Kebangsaan, Dorong Independensi Mahasiswa Menuju Indonesia Emas
- 5Hari Jadi Purwakarta 2026 Dimulai, Om Zein Ajak Warga Jaga Sumber Air Lewat Tradisi Muru Indung Cai
- 6HMI Cabang Purwakarta dan Wamenko Bidang Pangan: Merekonstruksi Ketahanan Pangan Nasional dari Perspektif Kader Mandataris dan Arsitektur Digital
- 7Sambut HUT Ke-57 UIN Sultanah Nahrasiyah, Personel Brimob Aceh Batalyon B Pelopor Gelar Aksi Donor Darah
- 8Sikapi Tantangan Fiskal dan Demokrasi, Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Program MBG hingga Kebebasan Akademik
- 9Respons Isu Reformasi Jilid II, Forum Sekjen Cipayung Plus: Situasi Berbeda dengan 1998
- 10Sikapi Tantangan Fiskal dan Demokrasi, Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Program MBG hingga Kebebasan Akademik







