MTN Seni Pertunjukan Koreografi Digelar di Taman Budaya Jabar, Fokus Cetak Talenta Unggul

AKURAT JABAR - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat melalui UPTD Pengelolaan Kebudayaan Daerah menyelenggarakan Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Pertunjukan bidang koreografi. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 8 hingga 10 April 2026, di Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat.
Program ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam membangun ekosistem seni budaya yang berkelanjutan.
Fokus utamanya adalah mencetak talenta seni yang unggul melalui pendekatan terstruktur, mulai dari pembinaan hingga penguatan kapasitas individu.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Iendra Sofyan, menjelaskan bahwa MTN merupakan langkah sistematis untuk menghasilkan sumber daya manusia berkualitas di bidang seni. Pendekatan yang dilakukan mencakup aspek makro dan mikro secara terpadu.
Baca Juga: Perkuat Ekonomi Kreatif, Disparbud Jabar Sukses Gelar Global Game Jam 2026 di Empat Wilayah
Menurutnya, pendekatan makro diarahkan pada penguatan ekosistem seni budaya di tingkat nasional. Sementara itu, pendekatan mikro berfokus pada proses pembinaan talenta, mulai dari identifikasi potensi hingga pengembangan keterampilan secara berkelanjutan.
“Program ini bertujuan meningkatkan jumlah serta kualitas talenta seni budaya yang kreatif, kritis, dan konsisten dalam berkarya,” ujar Iendra dalam keterangannya.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas talenta ini diharapkan dapat mendorong kontribusi nyata terhadap kemajuan kebudayaan nasional. Selain itu, program ini juga menargetkan peningkatan pengakuan internasional terhadap pelaku seni Indonesia.
Tidak hanya itu, MTN juga diarahkan untuk memperkuat penyelenggaraan event seni budaya berskala internasional, baik dalam bentuk kompetisi maupun non-kompetisi.
Baca Juga: Akses Data Publik: Disparbud Jabar Jamin Keterbukaan Informasi Pariwisata
Pemerintah sendiri telah menyusun Desain Besar Manajemen Talenta Nasional (DBMTN) 2023–2045 sebagai pedoman jangka panjang.
Dokumen tersebut mencakup arah kebijakan, strategi pelaksanaan, peta jalan pengembangan, rencana aksi, serta skema kolaborasi lintas sektor.
Dengan adanya dokumen ini, pengembangan talenta di bidang seni diharapkan berjalan lebih terarah dan berkelanjutan hingga menuju visi Indonesia Emas 2045.
Pelaksanaan workshop MTN seni pertunjukan (koreografi) tahun ini diikuti oleh perwakilan dari 10 kabupaten/kota di Jawa Barat. Total peserta mencapai 27 orang yang terdiri dari pelaku seni tari dan koreografer muda.
Baca Juga: Kunjungan Wisatawan ke Jabar Naik 30 Persen, Ini Strategi Disparbud Jaga Tren Positif
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pelatihan intensif yang mencakup berbagai aspek. Materi yang diberikan meliputi teknik dasar dan lanjutan tari, penciptaan karya tari, serta pengembangan koreografi.
Selain itu, peserta juga dibekali wawasan terkait perkembangan dunia tari, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini bertujuan agar mereka mampu beradaptasi dengan tren global tanpa kehilangan identitas budaya lokal.
Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi baru seniman tari yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki perspektif luas dalam berkarya.
Dengan demikian, karya yang dihasilkan dapat bersaing di tingkat global sekaligus memperkuat identitas budaya Indonesia.
Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antar pelaku seni dari berbagai daerah di Jawa Barat. Interaksi tersebut diharapkan dapat memperkaya ide kreatif serta membuka peluang kerja sama di masa depan.
Melalui MTN Seni Pertunjukan Koreografi, pemerintah menegaskan komitmennya dalam mendukung kemajuan sektor kebudayaan.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan seni tradisi sekaligus mendorong inovasi di era modern.
Baca Juga: West Java Festival 2025 Siap Meriahkan Bandung, Angkat Tema Gapura Panca Waluya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






