Jabar

Sesalkan Kericuhan Aksi Tolak RUU TNI, Sekjen SEMMI Jabar: Desak DPR Bertanggung Jawab

| 25 Maret 2025, 22:30 WIB
Sesalkan Kericuhan Aksi Tolak RUU TNI, Sekjen SEMMI Jabar: Desak DPR Bertanggung Jawab

AKURAT JABAR - Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Jawa Barat dengan tegas menyayangkan dan menyesalkan terjadinya kericuhan di berbagai daerah saat aksi penolakan RUU TNI.

Sekretariat Jenderal PW SEMMI Jawa Barat, Muhammad Aji Nur Iman menilai bahwa gejolak yang muncul adalah akibat dari kelalaian DPR RI dalam proses perancangan undang-undang yang dilakukan secara kilat dan tertutup.

Menurutnya, Pengesahan RUU TNI oleh DPR telah mengesampingkan aspek partisipasi publik dengan tidak melibatkan akademisi, tokoh masyarakat, serta elemen-elemen sipil lainnya dalam penyusunan RUU tersebut .

Baca Juga: Ancam Supremasi Sipil, BADKO HMI Jawa Barat Tolak Revisi UU TNI

Padahal, kata Aji, keterbukaan dalam proses legislasi adalah kunci utama untuk menghindari polemik dan resistensi di tengah masyarakat.

“DPR harus bertanggung jawab atas kekisruhan yang terjadi hari ini. Semua ini terjadi karena ada tahapan administratif yang mereka abaikan. Bagaimana bisa sebuah undang-undang yang akan berdampak luas bagi masyarakat dirancang tanpa melibatkan mereka yang akan terkena dampaknya,” ucap Sekjen PW SEMMI Jabar, Selasa (25/3/2025).

Aji juga mendesak DPR untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama dalam perencanaan undang-undang di masa mendatang. Menurutnya, kejadian ini harus menjadi pelajaran penting agar proses legislasi berjalan lebih demokratis, transparan dan mengedepankan aspirasi rakyat.

Baca Juga: Kapolri Perintahkan Kabareskrim Usut Tuntas Teror Kepala Babi di Kantor Tempo

Baca Juga: Tolak Pengesahan RUU TNI di Aksi Kamisan Purwakarta, Kembalikan TNI ke Barak!

“Jangan ada lagi undang-undang yang dibuat di ruang-ruang tertutup tanpa melibatkan rakyat. Jangan ada lagi kebijakan yang menimbulkan perlawanan karena dibuat tanpa mendengar suara mereka yang paling terdampak,” tambahnya.

Diketahui dalam beberapa waktu ini aksi penolakan RUU TNI di berbagai daerah berakhir dengan bentrokan yang menyebabkan korban luka serta ketegangan antara massa aksi dan aparat keamanan. 

Pihaknya menilai, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kebijakan yang dipaksakan tanpa dialog hanya akan memicu perlawanan dan memperburuk situasi sosial di negeri ini.

Baca Juga: Tak Ditemui Anggota Dewan Kedua Kalinya, Massa Aksi Tolak UU TNI Duduki Gedung DPRD Purwakarta

Baca Juga: Aktivis HMI Jabar Kritisi Revisi RUU TNI, Dinilai Hidupkan Kembali Dwifungsi ABRI

"Kini, harapan tertuju pada DPR agar dapat menunjukkan itikad baiknya dengan membuka ruang diskusi yang lebih inklusif, demi mencegah gejolak serupa di masa depan," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.