Harta Karun Pesisir, Gombyang Dermayu Indramayu Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Jabar

AKURAT JABAR – Pesisir utara Jawa Barat menyimpan "harta karun" kuliner yang kini mulai mendunia. Bukan berupa perhiasan, melainkan sebuah sajian legendaris bernama Gombyang Dermayu Indramayu.
Kuliner ini merupakan cermin perjuangan nelayan dan kecerdikan masyarakat pesisir dalam mengolah kekayaan laut.
Oleh karena itu, Gombyang kini bukan lagi sekadar makanan rumahan. Pemerintah telah menetapkan hidangan ini sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) pada tahun 2025 lalu.
Capaian ini menegaskan posisi Indramayu sebagai pusat wisata gastronomi yang kuat di Jawa Barat.
Baca Juga: Stok Melimpah! Pasokan Pangan di Jawa Barat Surplus Jelang Ramadan 2026
Sejarah Kepala Ikan yang "Bergoyang"
Berdasarkan catatan sejarah, budaya maritim Indramayu sejak lama bertumpu pada tangkapan ikan manyung.
Dahulu, ikan berukuran besar ini hanya diambil dagingnya untuk diolah menjadi ikan asin jambal roti. Pasalnya, bagian kepala ikan manyung kerap dianggap sisa dan dibuang.
Namun demikian, para nelayan zaman dulu tidak membuang bagian tersebut. Mereka membawanya pulang untuk diolah dengan teknik pindang menggunakan rempah-rempah sederhana seperti kunyit, bawang, jahe, cabai, dan asam jawa.
Nama "Gombyang" sendiri lahir dari cara penyajiannya. Potongan kepala ikan yang besar tampak seolah bergoyang atau terombang-ambing di dalam mangkuk kuah yang melimpah. Dalam bahasa pesisir, kondisi tersebut disebut gombyang.
Baca Juga: Lindungi Identitas Lokal, Pemprov Tetapkan 66 Karya Jadi Warisan Budaya Tak Benda Jawa Barat
Cita Rasa Otentik yang Menghangatkan
Faktanya, daya tarik utama Gombyang Dermayu Indramayu terletak pada perpaduan rasa kuahnya yang kompleks.
Kuah kuning keemasan yang panas menawarkan sensasi gurih khas ikan laut, asam segar dari belimbing wuluh, serta pedas ringan yang mampu menghangatkan tubuh.
Maka dari itu, kuliner ini kini menjadi incaran para wisatawan yang berkunjung ke Indramayu.
Kekhasan aromanya yang harum dan tekstur daging di sela-sela tulang kepala ikan memberikan pengalaman makan yang unik bagi para pecinta seafood.
Baca Juga: Sate Maranggi Purwakarta: Kuliner Legendaris yang Menggoda Selera
Potensi Wisata Gastronomi Jawa Barat
Lebih lanjut, statusnya sebagai WBTB menjadikan Gombyang sebagai pilar penting dalam promosi wisata Jawa Barat.
Sebab, kuliner ini menyimpan cerita panjang tentang adaptasi masyarakat terhadap sumber daya alam yang ada di sekitar mereka.
Pada akhirnya, Gombyang Dermayu adalah simbol kebanggaan masyarakat Indramayu.
Dengan demikian, pelestarian resep otentik dan promosi yang masif diharapkan mampu membawa kuliner ini bersaing di kancah internasional sebagai ikon kuliner nusantara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








