Jabar

Ikonik! Wajah Baru Wisata Ciater Subang Hadirkan Gerbang Mendak Waluya Bergaya Sunda Modern

Didin Wahidin | 28 Maret 2026, 17:33 WIB
Ikonik! Wajah Baru Wisata Ciater Subang Hadirkan Gerbang Mendak Waluya Bergaya Sunda Modern
Gerbang Mendak Waluya di perbatasan Kabupaten Subang dengan Kabupaten Bandung Barat.

AKURAT JABAR – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi mempercantik titik perbatasan antara Kabupaten Subang dan Kabupaten Bandung Barat dengan sentuhan estetika tinggi.

Penataan kawasan Wisata Ciater Subang 2026 kini menonjolkan Gerbang Mendak Waluya, sebuah mahakarya arsitektur yang menggabungkan filosofi budaya Sunda dengan sentuhan modernitas.

Gerbang ini tidak sekadar berfungsi sebagai penanda wilayah, tetapi menjelma menjadi daya tarik visual baru bagi para pelancong.

Lokasinya yang berada di dataran tinggi Ciater yang sejuk menjadikannya titik favorit bagi pengendara untuk berhenti sejenak, baik untuk beristirahat maupun berswafoto menikmati pemandangan alam.

Faktanya, kehadiran ikon baru ini merupakan bagian dari visi besar pemerintah dalam memperkuat identitas budaya lokal di jalur-jalur strategis pariwisata Jawa Barat.

Baca Juga: Ratusan PKL di Jalur Ciater-Jalan Cagak Kabupaten Subang Direlokasi, Satpol PP Jabar: Mereka Digeser Bukan Digusur!

Inovasi Marka Merah dan PJU: Prioritas Keselamatan Wisatawan

Oleh sebab itu, selain aspek estetika, Pemprov Jabar juga melakukan pembaruan infrastruktur keamanan yang masif. Di sepanjang jalan utama Ciater, kini terbentang marka bahu jalan berwarna merah yang mencolok.

Warna cerah ini sengaja dipilih bukan hanya untuk memperindah jalan, melainkan untuk meningkatkan kewaspadaan pengendara di jalur wisata yang kerap padat kendaraan.

Selanjutnya, pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) dilakukan secara komprehensif di berbagai titik buta. Keberadaan lampu-lampu ini memberikan rasa aman bagi pengguna jalan saat malam hari, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi pariwisata agar dapat berlangsung lebih optimal tanpa terkendala jarak pandang.

Baca Juga: Iendra Sofyan Resmikan 7 Desa Wisata Subang 2025, Perkuat Destinasi Unggulan Jabar

Pemberdayaan Ekonomi: Kios UMKM Tradisional yang Tertata Rapi

Menariknya, penataan kawasan Ciater juga menyasar sektor ekonomi kerakyatan. Pemerintah membangun kios-kios UMKM dengan arsitektur khas Sunda yang alami dan tertata rapi.

Kios-kios ini menjadi platform strategis bagi para pelaku usaha lokal untuk memasarkan produk unggulan, mulai dari kuliner khas hingga kerajinan tangan berkualitas.

Komitmen Gubernur Dedi Mulyadi:

  • Nilai Estetika: Memastikan setiap sudut wilayah memiliki karakter visual yang kuat.

  • Kenyamanan Publik: Membangun ruang publik terbuka yang terorganisir di area istirahat (rest area).

  • Manfaat Ekonomi: Menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan bisnis lokal di sekitar destinasi wisata.

"Kami ingin setiap sudut Jawa Barat memiliki nilai estetika, nyaman untuk dilalui, sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat setempat," ujar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Antisipasi Longsor, Disparbud KBB Resmi Tutup Sementara 5 Destinasi Wisata di Cisarua

Rest Area Ciater: Ruang Publik Terbuka yang Estetik

Selain itu, area istirahat di kawasan Ciater kini dikembangkan menjadi ruang publik terbuka yang nyaman. Pengguna jalan tidak hanya bisa melepas lelah, tetapi juga dapat menikmati fasilitas yang terorganisir dengan standar kebersihan yang tinggi.

Penting untuk dicatat, model penataan di Ciater ini diproyeksikan menjadi percontohan bagi kawasan wisata lain di Jawa Barat.

Fokus pada kebersihan, ketertiban, dan karakter lokal diharapkan mampu meningkatkan daya saing pariwisata Jawa Barat di tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga: Septian Insan Wibawa Soroti Sikap Elitis Sekda Bandung Barat, Pasang Sekat dan Pembatas Komunikasi ke Bupati

Penutup: Destinasi Wisata yang Ramah dan Kompetitif

Akhirnya, transformasi kawasan Wisata Ciater Subang 2026 diharapkan mampu memberikan pengalaman perjalanan yang tak terlupakan bagi wisatawan.

Sinergi antara keindahan alam, kearifan lokal, dan infrastruktur modern menjadi kunci utama dalam mewujudkan Jawa Barat sebagai destinasi wisata unggulan yang ramah dan kompetitif.

Dengan demikian, masyarakat diimbau untuk turut menjaga fasilitas yang telah dibangun demi keberlangsungan pariwisata yang berkelanjutan di tanah Pasundan.

Baca Juga: Karst Citatah Hilang dari Peta Kawasan Lindung! SEMMI Jabar: Dugaan Manipulasi Tata Ruang demi Kepentingan Komersil

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.