Jabar

Festival Kreasi Pergelaran Seni Jawa Barat 2026 Angkat Cerita Budaya dari 27 Daerah

Didin Wahidin | 10 April 2026, 21:05 WIB
Festival Kreasi Pergelaran Seni Jawa Barat 2026 Angkat Cerita Budaya dari 27 Daerah
Festival Seni Jawa Barat 2026 tampilkan pertunjukan budaya dari 27 kabupaten/kota secara gratis di Bandung.

AKURAT JABAR - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat melalui UPTD Pengelolaan Kebudayaan Daerah menggelar Festival Kreasi Pergelaran Seni Jawa Barat Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat, Kota Bandung, mulai 7 April hingga 24 November 2026.

Festival ini menghadirkan perwakilan dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat. Masing-masing daerah menampilkan karya seni yang terinspirasi dari cerita rakyat, sejarah, legenda, hingga mitos khas wilayahnya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana edukasi budaya bagi masyarakat luas.

Baca Juga: Lestarikan Tradisi, Gubernur KDM Sulap Halaman Gedung Sate Jadi Panggung Festival Dulag Jawa Barat 2026

Upaya Pelestarian Budaya Lokal

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Iendra Sofyan, menyampaikan bahwa festival ini merupakan bagian dari upaya pelestarian dan pengembangan kebudayaan daerah.

"Acara ini diselenggarakan dalam rangka memelihara dan mengembangkan budaya di Jawa Barat," ungkap dia.

Ia menekankan bahwa Jawa Barat memiliki kekayaan budaya yang beragam, seperti budaya Sunda Priangan, Melayu Betawi, dan Kacirebonan.

"Kita memiliki budaya Sunda Priangan, Melayu Betawi, dan juga Kacirebonan. Untuk itu, kami selenggarakan pertunjukan ini untuk 27 kabupaten/kota yang mewakili wilayahnya masing-masing," ujarnya.

Menurutnya, keberagaman tersebut perlu diperkenalkan secara luas melalui pertunjukan seni yang menarik dan edukatif.

Ia juga mengajak generasi muda, khususnya pelajar, untuk menyaksikan festival ini agar lebih mengenal budaya daerahnya sendiri.

"Saya mengharapkan anak-anak menonton juga supaya mengenal kebudayaan di Jawa Barat yang sangat variatif," kata Kadisparbud Jabar Iendra Sofyan.

Baca Juga: Dorong Inovasi TdBA, Disdik Purwakarta Sukses Gelar Festival Gandrung Mulasara 2025

Peran Pendidikan dan Keluarga

Iendra menegaskan bahwa keberhasilan pelestarian budaya tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

Peran orang tua dan guru dinilai penting dalam mengenalkan nilai-nilai budaya kepada anak-anak sejak dini.

Ia berharap nilai-nilai luhur dari budaya leluhur dapat diambil dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh generasi muda.

Selain itu, festival ini juga menjadi wadah bagi sanggar seni di seluruh Jawa Barat untuk menampilkan kreativitas mereka.

Baca Juga: West Java Festival 2025 Siap Meriahkan Bandung, Angkat Tema Gapura Panca Waluya

Ajang Kolaborasi dan Silaturahmi Seniman

Festival ini tidak hanya menjadi panggung pertunjukan, tetapi juga ruang interaksi bagi para pelaku seni.

Melalui kegiatan ini, para seniman dari berbagai daerah dapat saling bertukar pengalaman, berbagi ilmu, serta memperluas jaringan.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem seni dan budaya di Jawa Barat.

Baca Juga: Festival Budaya Sunda Semarak di Giri Tirta Kahuripan: Perpaduan Seni, Tradisi, dan Kebersamaan

Penampilan Pembuka Angkat Kisah Nyi Sumur Bandung

Festival dibuka dengan penampilan dari perwakilan Kota Bandung melalui drama tari berjudul “Nyi Sumur Bandung”.

Pertunjukan ini mengangkat kisah seorang putri yang memegang amanah untuk menjaga pusaka leluhur dan sumber kehidupan.

Cerita berkembang dengan konflik berupa kecemburuan dan fitnah yang membuat sang putri harus meninggalkan istana.

Dalam perjalanan hidupnya, tokoh tersebut digambarkan sebagai sosok perempuan yang tangguh dan mampu bangkit dari keterpurukan.

Karakter Nyi Sumur Bandung menjadi simbol kekuatan perempuan Sunda yang lembut namun memiliki keteguhan hati.

Baca Juga: Perkuat Ekonomi Kreatif, Disparbud Jabar Sukses Gelar Global Game Jam 2026 di Empat Wilayah

Jadwal Penampilan Daerah Lain

Setelah pembukaan, festival akan dilanjutkan dengan penampilan dari berbagai daerah lainnya.

Beberapa jadwal yang telah ditentukan antara lain Kota Cimahi pada 16 April, Kota Bogor pada 21 April, dan Kabupaten Subang pada 30 April 2026.

Seluruh rangkaian pertunjukan ini terbuka untuk masyarakat dan dapat disaksikan secara gratis.

Baca Juga: Revitalisasi Budaya, Menteri Fadli Zon dan Wali Kota Bogor Resmikan Pameran Pusaka di Museum Pajajaran

Akses Terbuka untuk Masyarakat

Dengan akses gratis, festival ini diharapkan mampu menarik minat masyarakat dari berbagai kalangan.

Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi publik untuk menikmati pertunjukan seni berkualitas sekaligus mengenal kekayaan budaya Jawa Barat.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap festival ini dapat menjadi agenda budaya tahunan yang konsisten dalam memperkuat identitas daerah.

Baca Juga: Fadli Zon Dorong Revitalisasi Keraton Kasepuhan dan Gedung Rarasantang Cirebon

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.