Jabar

Gubernur KDM Terima Manifesto Sunda Raya, Janji Pembenahan Sungai di Jabar

| 22 November 2025, 23:40 WIB
Gubernur KDM Terima Manifesto Sunda Raya, Janji Pembenahan Sungai di Jabar

AKURAT JABAR – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), menerima dokumen Manifesto Sunda Raya dari Musyawarah Majelis Sunda (MMS) saat Musyawarah Tahunan ke-II di Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (22/11/2025).

Manifesto ini merupakan agenda strategis yang ditujukan untuk perbaikan Jawa Barat demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

KDM mengapresiasi gagasan dan masukan yang MMS sampaikan. Menurutnya, masukan tersebut tentu akan memperkaya khazanah pemikiran dan kebudayaan Jawa Barat.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Dorong Tiga Kades di Telukjambe Kerja Bareng Normalisasi Sungai

 

Fokus Pembenahan Lingkungan dan Peradaban Air

Di sisi lain, KDM menilai, pembenahan sungai dan hutan di Jawa Barat sudah menjadi hal yang mendesak untuk mengembalikan jati diri provinsi.

Oleh karena itu, ia menyambut dukungan penuh dari masyarakat Sunda terkait penataan lingkungan, termasuk penataan sungai dari Karawang, Indramayu hingga Bogor.

KDM menegaskan, biaya pemulihan akibat kerusakan sungai dan hutan jauh lebih mahal daripada keuntungan dari penyewaan lahan bantaran.

Baca Juga: KDM Tegaskan Komitmen Jabar Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi Nasional 8 Persen

 

Komitmennya meliputi menata air agar dapat mengalir kembali dan membongkar semua bangunan yang menghalangi aliran sungai.

"Ini adalah upaya memuliakan peradaban air," tegas KDM.

Selain itu, ia juga meminta pengelola hutan mengembalikan fungsi lahan sebagai hutan dengan keanekaragaman hayati, bukan sekadar tanaman produksi.

Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi Bakal Libatkan Mahasiswa Teknik Sipil Awasi Pembangunan Infrastruktur di Jawa Barat

 

Empat Pilar Utama dalam Manifesto Sunda Raya

Sementara itu, Presidium Pinisepuh MMS, Dindin S. Maolani, menjelaskan bahwa persoalan Sunda saat ini merupakan masalah sistemik dan struktural.

Secara spesifik, masalah-masalah itu mencakup ketimpangan fiskal, kebudayaan yang terpinggirkan, dan ekonomi rakyat yang rapuh.

Baca Juga: Gubernur Jabar Produktivitas ASN Fleksibel Digenjot, Anggaran Ditetapkan Ketat

 

Manifesto Sunda Raya kemudian menetapkan empat agenda strategis:

  1. Penguatan Jati Diri dan Kebudayaan Sunda: Melalui revolusi pendidikan karakter dan inisiasi dana abadi kebudayaan Sunda Raya.
  2. Sunda jeung Sarakan jeung Sunda jang Negara: Melalui reforma keadilan fiskal nasional dan penataan ulang hubungan pusat dan daerah.
  3. Prioritas Pembangunan dan Kesejahteraan: Dilakukan melalui audit sistemik proyek strategis nasional di wilayah Sunda dan reforma agraria kultural.
  4. Kepemimpinan Sunda: Pembentukan Sunda Leadership Institute dan konsolidasi fraksi Sunda Raya di lembaga legislatif.

Baca Juga: Solusi Cepat Gubernur KDM: Penataan DAS di Jabar Dilakukan Per Blok

Terakhir, KDM juga menyebutkan, ia telah membentuk tim pengkaji terkait hari lahir Jawa Barat yang mengacu pada tokoh Sri Baduga/Siliwangi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.