Kunjungan Wisatawan Jawa Barat 2025 Naik Drastis, Kawasan Bogor dan Bandung Masih Mendominasi

AKURAT JABAR – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tren positif pada sektor pariwisata Jawa Barat di penghujung tahun yang lalu.
Sepanjang November 2025, jumlah perjalanan Wisatawan Jawa Barat 2025 (nusantara) tercatat mengalami kenaikan sebesar 3,64 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
BPS mencatat jumlah perjalanan meningkat dari 17,04 juta pada Oktober menjadi 17,66 juta perjalanan pada November 2025.
Tentu saja, capaian ini menunjukkan daya tarik pariwisata Jawa Barat yang semakin kuat di mata pelancong domestik.
Secara kumulatif, performa pariwisata periode Januari hingga November 2025 jauh melampaui capaian tahun sebelumnya.
Total perjalanan menembus angka 193,24 juta atau melonjak drastis sebesar 28,78 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024.
Baca Juga: Whoosh Jadi Primadona, Kunjungan Wisatawan Jawa Barat 2025 Mengalami Lonjakan Signifikan
Bogor dan Bandung Raya Jadi Destinasi Primadona
Berdasarkan daerah tujuan, kawasan Bodebek dan Bandung Raya masih memegang kendali sebagai pusat gravitasi wisata.
Kabupaten Bogor menempati urutan pertama dengan angka kunjungan fantastis mencapai 27,95 juta perjalanan selama periode Januari-November 2025.
Selain itu, Kota Bandung menyusul di peringkat kedua dengan total 21,98 juta perjalanan. Berikut adalah rincian enam besar daerah tujuan favorit di Jawa Barat:
-
Kabupaten Bogor: 27,95 juta perjalanan.
-
Kota Bandung: 21,98 juta perjalanan.
-
Kota Bekasi: 13,15 juta perjalanan.
-
Kabupaten Bandung: 13,02 juta perjalanan.
-
Kabupaten Bekasi: 12,13 juta perjalanan.
-
Kota Depok: 11,06 juta perjalanan.
Baca Juga: Jumlah Wisatawan di Jabar Melesat, Bogor Jadi Magnet Utama Liburan
Pangandaran Catat Pertumbuhan Tertinggi
Di sisi lain, Kabupaten Pangandaran mencatatkan rekor pertumbuhan bulanan (month to month) paling signifikan. Pada November 2025, persentase kenaikan perjalanan ke wilayah pesisir ini mencapai 18,98 persen.
Alhasil, Pangandaran menjadi daerah dengan akselerasi kunjungan tercepat di Jawa Barat.
Berbanding terbalik, Kota Cirebon mencatatkan pertumbuhan paling tipis dengan angka 0,86 persen. Meskipun demikian, geliat ekonomi di sektor perhotelan tetap menunjukkan tren menggembirakan.
Baca Juga: Kunjungan Wisatawan ke Jabar Naik 30 Persen, Ini Strategi Disparbud Jaga Tren Positif
BPS merilis Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel gabungan di Jawa Barat yang meroket 41,41 persen pada November 2025 dibanding bulan sebelumnya.
Singkatnya, kenaikan okupansi hotel ini menjadi sinyal kuat pulihnya industri akomodasi di Jawa Barat.
Pada akhirnya, sinergi promosi wisata antar-kabupaten/kota menjadi kunci utama. Sebab, tren kenaikan Wisatawan Jawa Barat 2025 ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif secara berkelanjutan di seluruh wilayah Jawa Barat.
Baca Juga: BPS Jabar Rilis Kenaikan Wisatawan Ke Jawa Barat Melalui BIJB
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sabet Penghargaan Disway Top Regional Leader Award 2026, Saepul Bahri Binzein Kokohkan Purwakarta sebagai Magnet Industri Jawa Barat
- 2Menguji Akuntabilitas di Tengah Polemik PCMB Jawa Barat: Solusi Untuk Calon Murid Lebih Utama daripada Pergantian Pimpinan
- 3Respons Isu Reformasi Jilid II, Forum Sekjen Cipayung Plus: Situasi Berbeda dengan 1998
- 4BEM Se-Kota Makassar Gelar Dialog Kebangsaan, Dorong Independensi Mahasiswa Menuju Indonesia Emas
- 5Hari Jadi Purwakarta 2026 Dimulai, Om Zein Ajak Warga Jaga Sumber Air Lewat Tradisi Muru Indung Cai
- 6HMI Cabang Purwakarta dan Wamenko Bidang Pangan: Merekonstruksi Ketahanan Pangan Nasional dari Perspektif Kader Mandataris dan Arsitektur Digital
- 7Sambut HUT Ke-57 UIN Sultanah Nahrasiyah, Personel Brimob Aceh Batalyon B Pelopor Gelar Aksi Donor Darah
- 8Sikapi Tantangan Fiskal dan Demokrasi, Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Program MBG hingga Kebebasan Akademik
- 9Respons Isu Reformasi Jilid II, Forum Sekjen Cipayung Plus: Situasi Berbeda dengan 1998
- 10Sikapi Tantangan Fiskal dan Demokrasi, Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Program MBG hingga Kebebasan Akademik




