Jabar

Setahun Menjabat, Kepuasan Publik terhadap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Tembus 95,5 Persen

Didin Wahidin | 18 Februari 2026, 09:27 WIB
Setahun Menjabat, Kepuasan Publik terhadap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Tembus 95,5 Persen

AKURAT JABAR – Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam satu tahun terakhir menunjukkan angka yang sangat fantastis.

Berdasarkan temuan terbaru lembaga survei Indikator, apresiasi warga terhadap kepemimpinan pria yang akrab disapa KDM ini mencapai 95,5 persen.

Oleh karena itu, capaian ini membuktikan bahwa berbagai gebrakan awal masa jabatan KDM mendapat respons positif yang konsisten dari masyarakat.

Sebab, jika dibandingkan dengan data Mei tahun lalu, tren kepuasan publik relatif stabil dan bahkan menunjukkan kecenderungan meningkat.

Baca Juga: Dana Transfer Daerah Berkurang, KDM Pilih Pangkas Biaya Dinas Ketimbang Hentikan Pembangunan Infrastruktur

 

Gebrakan Pajak dan Kebijakan Pendidikan

Dalam paparannya, Pendiri Indikator Prof. Burhanudin Muhtadi menyebutkan bahwa survei ini melibatkan 800 responden dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Hasilnya, masyarakat merasa sangat puas dengan program penghapusan denda dan tunggakan pajak kendaraan bermotor.

Lebih lanjut, kebijakan tersebut tidak hanya meringankan beban sepertiga warga Jabar, tetapi juga berhasil menjaring 1,4 juta wajib pajak baru.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Berulah, Bebaskan Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor Bagi Warganya

Maka dari itu, transparansi sosialisasi mengenai peruntukan uang pajak menjadi faktor kunci tingginya kepercayaan publik.

Selain itu, kebijakan di sektor pendidikan juga mendapat rapor hijau.

Pasalnya, langkah KDM melarang kegiatan study tour, memberlakukan jam malam bagi siswa, hingga pembinaan siswa bermasalah di barak militer dinilai efektif oleh orang tua siswa.

Baca Juga: Tingginya Animo Masyarakat Jabar Untuk Bayar Pajak di Program Pemutihan Pajak

Keberhasilan Realokasi Anggaran dan Infrastruktur

Sementara itu, pada sektor infrastruktur, Pemprov Jabar telah merampungkan perbaikan ratusan kilometer jalan, pemasangan listrik gratis, hingga penyediaan penerangan jalan umum yang masif.

Meskipun pemerintah pusat sedang melakukan efisiensi anggaran, Dedi Mulyadi dinilai sukses melakukan realokasi belanja daerah.

Sebab, anggaran yang kurang mendesak dialihkan untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Baca Juga: Kelola Anggaran Secara Efektif, Silpa APBD Jawa Barat 2025 Hanya Tersisa Rp500 Ribu

Dengan demikian, Jawa Barat mampu meraih predikat provinsi terbaik dalam penerapan Standar Pelayanan Minimum tahun 2025.

"Ekonomi Jawa Barat tumbuh 5,8 persen pada tahun 2025, berada di atas rata-rata nasional. Hal ini menunjukkan performa perekonomian tetap terjaga di tengah tekanan fiskal," jelas Burhanudin di El Hotel Bandung, Senin (16/2/2026).

Baca Juga: Meski Terjadi Defisit Anggaran, Dedi Mulyadi Pastikan Pembangunan Jawa Barat 2026 Tetap Berlanjut

 

Tantangan Menjaga Ritme Kinerja

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Politik Unpad Firman Manan menilai kepuasan tinggi ini muncul karena masyarakat merasakan langsung manfaat program di bidang kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

Namun demikian, Ketua Umum Persepi Djayadi Hanan mengingatkan agar ritme kinerja ini terus dijaga.

Nantinya, konsistensi dalam mengeksekusi substansi kebijakan menjadi tantangan bagi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan jajarannya.

Pada akhirnya, sinergi antara program yang inovatif dan pengawasan yang ketat diharapkan mampu mempertahankan dukungan publik yang sangat besar tersebut.

Baca Juga: Pastikan Jalur Mudik Mantap, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Pimpin Touring Cek Jalan

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.