Jabar

Usai Disidak Wali Kota, Pelaksana Proyek BRT Bandung Kebut Perapihan Jalur Pedestrian Jelang Lebaran

Didin Wahidin | 17 Maret 2026, 19:20 WIB
Usai Disidak Wali Kota, Pelaksana Proyek BRT Bandung Kebut Perapihan Jalur Pedestrian Jelang Lebaran
Proyek pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Bandung terus dikebut menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 hijriah, Selasa (17/3/2026).

AKURAT JABAR – Pelaksana lapangan Proyek BRT Bandung 2026 bergerak cepat merespons instruksi Wali Kota Bandung terkait kenyamanan ruang publik.

Pihak kontraktor memastikan proses perapihan infrastruktur di jalur-jalur utama terus dikebut agar tidak mengganggu mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H.

Leader Proyek BRT, Gerry, memberikan klarifikasi terkait isu penghentian sementara pekerjaan yang sempat memicu polemik.

Ia mengakui adanya miskomunikasi saat surat edaran penghentian proyek keluar pada 12 Maret lalu.

“Memang ada sedikit 'miskomunikasi'. Saat instruksi berhenti keluar, kondisi galian di lapangan sudah terbuka semua. Sangat berisiko jika kami tinggalkan begitu saja tanpa penutupan,” ujar Gerry saat ditemui di kawasan Dago, Selasa (17/3/2026).

Baca Juga: Pembangunan BRT Bandung Dibekukan: Wali Kota Farhan Semprot Kualitas Proyek

Pengecoran Struktur Rampung di Lima Titik Utama

Faktanya, pihak pelaksana telah mengajukan dispensasi waktu hingga 17 Maret untuk menuntaskan pekerjaan krusial seperti pengecoran dan penutupan lubang galian. Hal ini dilakukan demi menjamin keamanan warga yang melintas di area proyek.

Oleh sebab itu, pengecoran struktur kini telah rampung sepenuhnya di lima titik lokasi strategis di Kota Bandung.

Gerry menjelaskan bahwa saat inspeksi mendadak (sidak) Wali Kota Muhammad Farhan berlangsung, lokasi tersebut memang sedang dalam tahap pemasangan besi cor.

“Pagi hari setelah sidak, kami langsung melakukan pengecoran. Saat ini, dua titik sudah masuk tahap pemasangan batu andesit, sementara titik lainnya tinggal proses perapian akhir,” jelasnya.

Baca Juga: Geram Proyek Galian Kabel Semrawut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Tuntut Transparansi Lini Masa

Jaminan Akses Pedestrian Tetap Terbuka

Selanjutnya, fokus utama pengerjaan saat ini adalah mengembalikan fungsi trotoar atau jalur pedestrian secara optimal.

Pelaksana proyek menjamin tidak akan ada pagar seng atau material bangunan yang menutupi hak pejalan kaki selama periode libur Lebaran.

Menariknya, kebijakan ini sejalan dengan instruksi keras Wali Kota Bandung yang melarang adanya penutupan akses pedestrian.

“Pesan Pak Wali sangat jelas, masyarakat harus tetap bisa lewat dengan nyaman tanpa harus turun ke badan jalan,” tambah Gerry.

Selain merapikan material, tim proyek juga akan memasang rambu-rambu pengamanan tambahan dan menyediakan jalur sementara yang representatif demi menjaga keselamatan pengguna jalan.

Baca Juga: Geram Jalanan Berantakan, Wali Kota Muhammad Farhan Instruksikan Perapian Galian Utilitas Tuntas 12 Maret

Permohonan Maaf kepada Warga Bandung

Selain itu, pihak pengelola proyek menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas ketidaknyamanan yang muncul selama proses konstruksi berlangsung.

Mereka menyadari bahwa pengerjaan di pusat keramaian seperti Dago memberikan dampak langsung pada aktivitas harian warga.

Akhirnya, komitmen perapihan ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi warga Bandung maupun wisatawan yang akan merayakan Lebaran di Kota Kembang.

Targetnya, seluruh area pedestrian di titik proyek sudah bersih dari hambatan fisik sebelum puncak arus mudik tiba.

Dengan demikian, kelanjutan Proyek BRT Bandung 2026 kini memasuki fase jeda konstruksi dengan kondisi lapangan yang aman bagi publik.

Baca Juga: Permudah Akses Warga, Wali Kota Farhan Resmikan Puskesmas 24 Jam Bandung 2026

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.