Wali Kota Farhan Jamin Pasokan BBM Kota Bandung 2026 Aman, Tekankan Solusi Sampah Jadi Listrik

AKURAT JABAR – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memberikan angin segar bagi warga Kota Kembang terkait ketersediaan energi. Ia memastikan bahwa Pasokan BBM Kota Bandung 2026 serta Bahan Bakar Gas (BBG) tetap berada dalam kondisi aman dan terkendali hingga beberapa waktu ke depan.
Kepastian ini merujuk pada jaminan pemerintah pusat yang menyatakan tidak akan ada kenaikan harga BBM maupun BBG bersubsidi dalam waktu dekat.
Farhan menegaskan bahwa suplai untuk kebutuhan industri dan rumah tangga di wilayah Bandung Raya masih sangat mencukupi.
Faktanya, koordinasi intensif dengan Menteri Keuangan telah memberikan kepastian fiskal yang membuat pemerintah daerah lebih optimistis dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal.
Baca Juga: Tepis Isu Kelangkaan, Pertamina Jamin Stok BBM dan Elpiji di Jabar Aman Jelang Lebaran 2026
Farhan: Jangan Panic Buying, Stok Sangat Mencukupi
Oleh sebab itu, Wali Kota Farhan mengimbau seluruh elemen masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.
Ia mengingatkan bahwa infrastruktur distribusi energi di Jawa Barat saat ini dalam kondisi optimal untuk melayani kebutuhan publik.
Selanjutnya, Farhan meminta masyarakat tetap tenang dan melakukan konsumsi energi secara wajar sesuai kebutuhan harian.
“Secara umum kita masih dalam kondisi optimis. Jaminan dari pemerintah pusat membuat kita semua lebih tenang, tidak perlu deg-degan. Jangan sampai ada panic buying karena stok kita aman,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (30/3/2026).
Baca Juga: Stok BBM Bandung Jelang Lebaran 2026 Aman, Pertamina Minta Warga Hindari Panic Buying
Strategi Energi Masa Depan: Sampah Jadi Listrik di Jelekong
Menariknya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tidak hanya fokus pada bahan bakar fosil. Farhan mengungkapkan bahwa pihaknya tengah merumuskan strategi energi terbarukan melalui pemanfaatan sampah menjadi energi listrik (PSEL).
Langkah Strategis Pengelolaan Energi Bandung:
PSEL Kawasan Regional: Selain mengandalkan TPA Legok Nangka dan Sarimukti, Pemkot mendorong eks TPA Jelekong sebagai alternatif baru pembangkit listrik berbasis lingkungan.
Koordinasi Pusat: Pemkot aktif menjalin komunikasi dengan kementerian terkait guna mempercepat implementasi teknologi ramah lingkungan ini.
Solusi Sampah: Pengembangan PSEL diharapkan menjadi solusi ganda, yakni mengatasi masalah tumpukan sampah sekaligus menambah pasokan listrik regional.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Melambung: Akankah Subsidi BBM dalam APBN 2026 Membengkak?
Wacana WFH ASN: Menunggu Petunjuk Teknis Pusat
Selain itu, Farhan juga menyinggung kebijakan internal terkait sistem kerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Menanggapi wacana penerapan Work From Home (WFH) atau sistem kerja fleksibel, Pemkot Bandung saat ini masih menunggu Petunjuk Pelaksana (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) dari pemerintah pusat.
Penting untuk dicatat, fokus utama Farhan bukan pada lokasi kerja, melainkan pada efektivitas dan indikator kinerja para abdi negara tersebut.
“Kita masih menunggu regulasi teknisnya. Yang paling penting nanti adalah bagaimana kita mengukur efektivitas kerja ASN agar pelayanan publik tidak terganggu,” tuturnya.
Baca Juga: Langkah Berani! Indonesia Berhenti Impor BBM Secara Bertahap Mulai 2026
Bandung Menuju Kota Mandiri Energi
Akhirnya, kepastian Pasokan BBM Kota Bandung 2026 yang dibarengi dengan inovasi energi terbarukan menunjukkan komitmen Pemkot Bandung dalam menjaga ketahanan wilayah.
Sinergi antara kebijakan pusat dan eksekusi daerah menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas Kota Bandung.
Dengan demikian, masyarakat diharapkan tetap mendukung program pemerintah, baik dalam penghematan energi maupun dalam upaya transisi menuju energi bersih di masa depan.
Baca Juga: Pengaturan Impor BBM: Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Perdagangan Nasional
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










