Jabar

Fadli Zon Dorong Revitalisasi Keraton Kasepuhan dan Gedung Rarasantang Cirebon

Didin Wahidin | 9 April 2026, 18:30 WIB
Fadli Zon Dorong Revitalisasi Keraton Kasepuhan dan Gedung Rarasantang Cirebon
Fadli Zon saat meninjau Keraton Kasepuhan dan Gedung Rarasantang di Cirebon.

AKURAT JABAR - Pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia terus mendorong penguatan sektor budaya di daerah. Salah satu fokusnya adalah penataan kawasan budaya di Cirebon yang dinilai memiliki nilai historis tinggi dan potensi besar dalam pengembangan kebudayaan nasional.

Hal tersebut disampaikan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, saat melakukan kunjungan kerja ke Keraton Kasepuhan pada Jumat, 3 April 2026.

Dalam kunjungannya, Fadli menegaskan bahwa pemerintah tengah berupaya memperkuat peran keraton sebagai pusat pelestarian budaya sekaligus ruang edukasi sejarah bagi masyarakat.

Ia menilai Cirebon memiliki posisi penting dalam perjalanan sejarah bangsa yang perlu terus dihidupkan melalui pendekatan yang lebih modern dan relevan.

Menurutnya, upaya tersebut tidak hanya sebatas pelestarian fisik bangunan, tetapi juga mencakup penguatan narasi sejarah yang mampu menarik minat generasi muda.

Baca Juga: Wisata Kota Cirebon pada Libur Lebaran 2026 Melonjak Tajam, Bahari Kejawanan Masuk 5 Besar Jabar

Salah satu langkah konkret yang tengah disiapkan adalah modernisasi Museum Pusaka yang berada di lingkungan Keraton Kasepuhan.

“Kita ingin menghadirkan kembali cerita sejarah yang ada di sini dengan pendekatan yang lebih menarik. Cirebon bukan hanya milik Jawa Barat, tetapi bagian dari warisan nasional yang harus dijaga,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kondisi museum saat ini sudah cukup baik, namun masih memerlukan pembaruan dalam aspek penyajian.

Perbaikan pada tata pamer, pencahayaan, serta penguatan storytelling dinilai penting agar pengunjung dapat memahami sejarah secara lebih mendalam dan interaktif.

Dengan sentuhan tersebut, diharapkan museum mampu menghadirkan pengalaman yang lebih hidup bagi pengunjung, sekaligus memperlihatkan perkembangan budaya dan arsitektur sejak abad ke-15 hingga masa kini.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Dorong Cirebon Jadi Yogyakarta-nya Jawa Barat: Bersiap Mentereng di Usia 543 Tahun

Selain mengunjungi Keraton Kasepuhan, Fadli Zon juga meninjau Gedung Kesenian Rarasantang yang dikenal sebagai salah satu pusat kegiatan seni di wilayah tersebut.

Gedung ini memiliki sejarah panjang sebagai ruang pertunjukan yang pernah menghadirkan berbagai karya seni, baik tradisional maupun kontemporer.

Sejumlah tokoh seni ternama seperti W.S. Rendra dan Putu Wijaya tercatat pernah tampil dan berkontribusi di tempat ini.

Dalam peninjauannya, Fadli menilai Gedung Kesenian Rarasantang memiliki peran strategis sebagai ruang ekspresi seni dan budaya.

Oleh karena itu, pemerintah berencana melakukan revitalisasi guna meningkatkan kualitas fasilitas yang ada.

Baca Juga: Revitalisasi Budaya, Menteri Fadli Zon dan Wali Kota Bogor Resmikan Pameran Pusaka di Museum Pajajaran

Revitalisasi tersebut mencakup pembenahan interior dan eksterior bangunan, serta penataan lingkungan sekitar agar lebih representatif dan nyaman bagi para seniman maupun pengunjung.

“Gedung ini memiliki nilai sejarah yang kuat sebagai ruang ekspresi seni. Ke depan, kita ingin menjadikannya sebagai pusat kegiatan budaya, khususnya bagi komunitas seni di wilayah Cirebon Raya,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam proses revitalisasi tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta menjadi kunci dalam mewujudkan pengembangan ruang budaya yang berkelanjutan.

Selain pembenahan fisik, aspek pengelolaan juga menjadi perhatian utama. Fadli menilai bahwa optimalisasi manajemen gedung akan sangat menentukan keberhasilan fungsi ruang tersebut sebagai pusat kegiatan seni.

Baca Juga: Menteri Kebudayaan Fadli Zon Buka Pameran Pusaka Nusantara 2025 di Museum Sri Baduga Bandung

Dengan pengelolaan yang baik, Gedung Kesenian Rarasantang diharapkan tidak hanya menjadi tempat pertunjukan, tetapi juga wadah kreatif bagi para seniman untuk berinovasi dan berkolaborasi.

Langkah revitalisasi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat Cirebon dan sekitarnya.

Tidak hanya dari sisi pelestarian budaya, tetapi juga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya lokal.

Ke depan, pemerintah berharap kawasan budaya di Cirebon dapat berkembang menjadi salah satu destinasi unggulan yang menggabungkan nilai sejarah, edukasi, dan kreativitas dalam satu kesatuan yang berkelanjutan.

Baca Juga: Cirebon Tuan Rumah: Pekan Kebudayaan Daerah Jabar Resmi Dibuka, Merayakan Tiga Wilayah Budaya

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.