Dilema Pembangunan RKB SLB-C Karya Bhakti, Wakil Bupati Garut Putri Karlina Soroti Risiko Bencana

AKURAT JABAR – Wakil Bupati Garut Putri Karlina melakukan peninjauan langsung ke Sekolah Luar Biasa (SLB) C Yayasan Karya Bhakti di Jalan RSU, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (26/2/2026).
Kunjungan ini merupakan langkah krusial untuk menindaklanjuti rencana bantuan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Oleh karena itu, verifikasi mendalam diperlukan mengingat lokasi tersebut terindikasi masuk dalam zona rawan bencana serta isu peruntukan lahan sebagai hutan kota.
Putri menegaskan bahwa meskipun pemerintah mendukung penuh infrastruktur pendidikan, nyawa manusia tetap menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar.
Pertimbangan BPBD dan Riwayat Banjir Bandang
Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), lokasi sekolah saat ini memiliki tingkat kerawanan yang perlu diwaspadai.
Sebab, rencana yang diajukan adalah pembangunan gedung baru di lahan kosong, bukan sekadar renovasi ringan.
"Saya melakukan crosscheck lapangan. Pertimbangan utama adalah catatan dari BPBD mengenai masalah rawan bencana. Kita tidak boleh mengabaikan faktor keselamatan, apalagi ini menyangkut anak-anak berkebutuhan khusus," tegas Putri Karlina.
Faktanya, riwayat kelam pernah melanda sekolah ini pada tahun 2016.
Ketua Harian Yayasan Karya Bhakti, Sidi Pramono, mengungkapkan bahwa sekolah tersebut pernah terendam banjir bandang hingga ketinggian 3 meter yang menghancurkan seluruh dokumen penting.
Baca Juga: Hari Ibu ke-97: Wakil Bupati Garut Putri Karlina Ajak Perempuan Garut Perangi Nikah Dini
Opsi Relokasi Demi Keamanan Siswa
Maka dari itu, Putri menawarkan solusi alternatif berupa relokasi jika hasil kajian teknis menyatakan lahan saat ini terlalu berisiko.
Ia menyarankan pihak yayasan untuk mencari lokasi lain yang sudah memiliki bangunan existing milik pemerintah agar lebih aman bagi kegiatan belajar mengajar.
"Tadi saya tawarkan, lebih baik cari lokasi lain yang bangunannya sudah tersedia," ujar Putri.
Baca Juga: Disdik Jabar Pastikan Belajar Tetap Jalan di Tengah Sengketa Lahan Sekolah Garut 2026
"Jangan memaksakan membangun di lahan kosong yang rawan. Ini masalah kemanusiaan, keselamatan siswa SLB adalah yang paling utama," imbuhnya.
Pasalnya, SLB-C Karya Bhakti telah berdiri sejak tahun 1975 dan menempati lokasi saat ini mulai tahun 1991 dengan status lahan milik Pemerintah Daerah (Pemda).
Kepala Sekolah SLB-C, Tintin Nurnaeni, berharap adanya titik temu agar bantuan RKB dari Pemprov Jabar tetap bisa terealisasi tanpa mengesampingkan keamanan.
Baca Juga: Harumkan Nama Garut, Zulqaidah Yasmin Melaju ke Grand Final Duta Siswa Indonesia 2026
Koordinasi Lintas Dinas
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Garut akan segera berkoordinasi secara intensif dengan BPBD dan dinas terkait untuk memutuskan kelayakan lokasi pembangunan.
Hasilnya, keputusan ini diharapkan mampu menjamin kenyamanan belajar tanpa bayang-bayang ancaman bencana di masa depan.
Pada akhirnya, transparansi dan kajian teknis menjadi kunci utama dalam penyaluran bantuan hibah pendidikan ini.
Dengan demikian, pembangunan infrastruktur di Jawa Barat tetap mengacu pada prinsip keselamatan dan keberlanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







