Tembus Pasar Dunia! Bupati Garut Gandeng IPB dan AIC Perkuat Industri Kulit Garut Global

AKURAT JABAR – Sektor industri unggulan Kabupaten Garut kini bersiap melakukan lompatan besar menuju pasar internasional.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menerima kunjungan kerja strategis dari delegasi IPB University dan Direktur Australia-Indonesia Centre (AIC) di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Kamis (5/3/2026).
Pertemuan tingkat tinggi ini bertujuan merancang langkah transformatif agar industri kulit Garut global bukan sekadar impian, melainkan kenyataan ekonomi yang menyejahterakan masyarakat.
Kolaborasi Lintas Benua: Akses Teknologi dan Pasar
Bupati Garut menyambut hangat kehadiran para akademisi dan pakar internasional tersebut.
Pasalnya, AIC merupakan lembaga koordinator kolaborasi yang menaungi 10 universitas ternama di dunia, termasuk IPB.
Kini, lembaga tersebut memfokuskan perhatiannya pada potensi lokal yang dimiliki Kabupaten Garut.
"Kami berdiskusi intensif mengenai pengembangan industri kulit. Oleh karena itu, saya sangat yakin kerja sama ini mampu membuahkan hasil nyata bagi kesejahteraan warga Garut," ujar Syakur Amin, Minggu (8/3/2026).
Baca Juga: HJG ke-213: Bupati Garut Abdusy Syakur Amin Ajak Masyarakat Wujudkan Karakter Panca Waluya
Konsep Integrated Industrial Development dari IPB
Selain itu, Wakil Rektor IV IPB University Bidang Konektivitas Global, Iskandar Z. Siregar, memaparkan rencana aksi bertajuk "Integrated Industrial Development".
Tim ahli akan melakukan identifikasi mendalam mengenai tantangan teknis yang dihadapi perajin kulit saat ini.
"Kami akan memperkuat perencanaan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder). Selanjutnya, IPB dan AIC akan menggelar workshop dalam bentuk kick-off meeting untuk mendesain strategi keberhasilan industri ini," jelas Iskandar secara mendalam.
Fokus Utama Pengembangan:
Identifikasi Masalah: Memetakan hambatan produksi dan kualitas bahan baku.
Penguatan Teknologi: Memperkenalkan mesin dan teknik penyamakan modern.
Akses Global: Membuka jalur supplier dan pembeli internasional melalui jaringan AIC.
AIC: Kulit Garut Punya Kualitas Legendaris
Menariknya, Direktur AIC, Kevin Evans, mengungkapkan kekagumannya terhadap potensi agrobisnis di Garut.
Ia mengenang kualitas kulit Garut yang telah ia kenal sejak belasan tahun lalu sebagai salah satu yang terbaik di kawasan Asia Tenggara.
"Ide kolaborasi ini muncul karena kami melihat peluang besar untuk menguatkan kembali identitas industri kulit Garut global," tutur Kevin.
"Kami berharap AIC dapat berperan sebagai penyedia teknologi sekaligus pembuka akses pasar mancanegara," lanjut dia.
Baca Juga: Pemkab Garut Dorong Ekonomi Kreatif Digital Lewat Kolaborasi HMI dan KNPI
Target Produk Unggul dan Resiliensi Sumber Daya
Di sisi lain, Wakil Rektor Bidang Resiliensi Sumberdaya IPB, Heti Mulyati, menekankan bahwa produk yang dihasilkan nantinya harus mencapai taraf unggul.
Dengan demikian, nilai tambah ekonomi yang tercipta akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan asli daerah dan taraf hidup masyarakat.
"Mudah-mudahan kolaborasi antaruniversitas dan pemerintah, baik di level nasional maupun daerah, bisa memperkuat ekosistem industri ini lebih dalam lagi," tutup Heti.
Akhirnya, sinergi antara keahlian riset IPB, jaringan internasional AIC, dan dukungan penuh Pemkab Garut diharapkan menjadi mesin penggerak utama bagi kebangkitan ekonomi lokal.
Oleh sebab itu, masyarakat kini menantikan implementasi konkret dari peta jalan (roadmap) industri kulit masa depan tersebut.
Baca Juga: Bupati Garut Tinjau Jalan Pamegatan–Banjarwangi, Pastikan Kesiapan Proyek Perbaikan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









