Hantam Lubang Jalan Sebelum Mudik? Plt Bupati Bekasi Instruksikan Perbaikan Kilat 33 KM Jalur Utama!

AKURAT JABAR – Pemerintah Kabupaten Bekasi memacu pengerjaan infrastruktur jalan guna menyambut arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah.
Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menegaskan bahwa pihaknya memprioritaskan keamanan pemudik dengan menutup ribuan lubang jalan yang tersebar di wilayah tersebut.
Langkah taktis ini bertujuan menekan angka kecelakaan lalu lintas saat mobilitas masyarakat meningkat tajam menjelang Lebaran.
Asep telah menginstruksikan dinas terkait untuk segera turun ke lapangan melakukan eksekusi perbaikan tanpa menunda waktu.
Baca Juga: Perkuat Layanan Damkar, Pemkab Bekasi Terima Hibah Tanah Ribuan Meter dari Pemprov Jabar
Instruksi Khusus ke Dinas Bina Marga
Usai memantau harga bahan pokok di Pasar Tambun, Kamis (5/3/2026), Asep mengungkapkan bahwa ia telah mengantongi titik-titik kerusakan yang krusial.
Ia meminta Dinas Bina Marga segera merapikan ruas jalan yang berlubang agar layak dilalui kendaraan pemudik.
"Saya sudah berkoordinasi dengan tim Bina Marga agar segera menangani jalan-jalan berlubang. Target kami, besok pengerjaan sudah mulai berjalan di lapangan," tegas Asep Surya Atmaja kepada awak media.
Faktanya, perbaikan jalan ini menjadi agenda mendesak karena volume kendaraan diprediksi akan melonjak signifikan.
Pemerintah daerah ingin memastikan jalur mudik utama di Kabupaten Bekasi tidak menjadi hambatan bagi warga yang ingin pulang kampung.
Baca Juga: Lindungi Warga, Pemkab Bekasi Larang Pengembangan Perumahan yang Belum Bebas Banjir
Skema Anggaran Darurat Rp2 Miliar untuk Penambalan
Meskipun Pemerintah Kabupaten Bekasi mengalokasikan total anggaran infrastruktur mencapai Rp140 miliar, namun untuk kebutuhan mudik kali ini, pemerintah menempuh jalur perbaikan cepat atau patching.
Asep menjelaskan bahwa penanganan permanen membutuhkan waktu lama, sehingga metode penambalan menjadi solusi paling realistis saat ini.
"Kami menyiapkan anggaran pergeseran sekitar Rp1 miliar hingga Rp2 miliar untuk penanganan cepat ini. Sifatnya sementara melalui penambalan lubang (tambal sulam) agar jalan tetap aman dan layak lalui sebelum hari raya," ujarnya.
Baca Juga: Percepat Penanganan Kerusakan, Gubernur Dedi Mulyadi Bidik Pengelolaan Jalan Nasional di Jawa Barat
Koordinasi 33 KM Jalan Nasional dengan Pemprov Jabar
Selain jalan kabupaten, tantangan besar muncul pada ruas jalan nasional yang melintasi wilayah Bekasi.
Ruas jalan sepanjang kurang lebih 33 kilometer hingga batas wilayah dilaporkan mengalami kerusakan di beberapa titik.
Oleh karena itu, Plt Bupati Bekasi telah melayangkan surat resmi kepada Gubernur Jawa Barat agar pemerintah pusat maupun provinsi segera melakukan intervensi perbaikan.
"Ada ruas jalan nasional sepanjang 33 kilometer yang butuh perbaikan. Kami sudah mengajukan permohonan kepada Gubernur agar penanganan bisa dilakukan serentak hingga perbatasan wilayah," ungkap Asep.
Baca Juga: Lindungi Warga, Pemkab Bekasi Larang Pengembangan Perumahan yang Belum Bebas Banjir
Target Tuntas Sebelum H-7 Lebaran
Pemerintah Kabupaten Bekasi menargetkan seluruh proses penambalan lubang selesai sebelum puncak arus mudik dimulai.
Keamanan dan kenyamanan masyarakat menjadi tolok ukur utama keberhasilan program percepatan ini.
Hasilnya, masyarakat diharapkan dapat melintasi jalur Bekasi dengan risiko kecelakaan yang lebih minim. Asep Surya Atmaja berkomitmen untuk terus memantau progres pengerjaan setiap harinya.
"Harapan kami jelas, masyarakat bisa mudik dengan rasa aman dan nyaman. Kehadiran pemerintah harus terasa melalui kondisi jalan yang mantap sebelum Lebaran tiba," pungkasnya.
Dengan demikian, para pengguna jalan diimbau untuk tetap waspada selama proses pengerjaan berlangsung di beberapa titik ruas jalan utama Bekasi.
Baca Juga: Pastikan Warga Aman, Plt Bupati Bekasi Tinjau Titik Parah Banjir di Cikarang Utara
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








