Musrenbang Bekasi 2027, Asep Surya Atmaja Tekankan Pembangunan Merata dan Tepat Sasaran

AKURAT JABAR - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, memimpin langsung Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang digelar di Aula Gedung Mamun Nawawi, Kabupaten Bekasi, pada Rabu (8/4/2026).
Forum tahunan ini menjadi wadah strategis dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan daerah sekaligus menetapkan program prioritas yang akan dijalankan pada tahun 2027.
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur penting, mulai dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan DPRD, perangkat daerah, hingga camat dan kepala desa.
Dalam arahannya, Asep menegaskan bahwa Musrenbang tidak boleh sekadar menjadi agenda rutin tanpa dampak nyata. Ia menekankan pentingnya hasil konkret yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Musrenbang ke depan harus menghasilkan pembangunan yang berkeadilan. Jangan sampai kegiatan ini hanya formalitas, tetapi masih ada desa yang belum merasakan pembangunan,” tegasnya.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bekasi akan menerapkan skema prioritas pembangunan berbasis kebutuhan desa.
Setiap desa akan ditetapkan sejumlah titik pembangunan utama yang menjadi fokus pengerjaan.
Asep menjelaskan, setiap wilayah desa direncanakan memiliki tiga hingga lima titik prioritas pembangunan.
Penentuan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, jumlah penduduk, serta luas wilayah masing-masing desa.
“Kita akan kunci dulu prioritas pembangunan di setiap desa. Setelah itu, baru kita evaluasi kebutuhan lainnya agar pembangunan lebih terarah dan merata,” ujarnya.
Selain mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Asep juga mendorong keterlibatan sektor swasta, khususnya perusahaan di kawasan industri.
Ia menyebutkan bahwa kontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dapat membantu mempercepat pembangunan.
“Kawasan industri harus ikut berperan. Ada ribuan perusahaan di Bekasi yang bisa membantu, terutama dalam pembangunan fasilitas pendidikan dan infrastruktur dasar,” katanya.
Langkah ini dinilai penting untuk menutup keterbatasan anggaran pemerintah daerah, sekaligus memperluas dampak pembangunan bagi masyarakat.
Dalam Musrenbang tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi menetapkan beberapa sektor utama sebagai prioritas pembangunan tahun 2027. Di antaranya adalah sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.
Asep menegaskan bahwa layanan kesehatan menjadi kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi tanpa pengecualian. Ia menginginkan seluruh masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak.
“Kesehatan itu wajib. Tidak boleh ada masyarakat yang tidak terlayani,” tegasnya.
Selain itu, pembangunan infrastruktur jalan juga menjadi fokus utama guna meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Pemerintah daerah akan mempercepat perbaikan jalan rusak serta pembangunan akses baru untuk menunjang mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.
Di sektor pendidikan, pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana. Hal ini mencakup pembangunan sekolah baru serta rehabilitasi gedung sekolah yang mengalami kerusakan.
“Pendidikan juga menjadi prioritas. Kita akan bangun sekolah baru dan memperbaiki yang rusak agar kualitas pendidikan semakin baik,” tambahnya.
Pelaksanaan Musrenbang RKPD 2027 ini diharapkan mampu menghasilkan perencanaan pembangunan yang lebih terukur, efektif, dan tepat sasaran.
Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, pemerintah daerah optimistis pembangunan di Kabupaten Bekasi dapat berjalan lebih merata dan berkelanjutan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, legislatif, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendorong kemajuan daerah.
Dengan perencanaan yang matang, pembangunan di Kabupaten Bekasi diharapkan tidak hanya terfokus pada wilayah tertentu, tetapi mampu menjangkau seluruh desa secara adil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









