Jabar

Stok BBM Bandung Jelang Lebaran 2026 Aman, Pertamina Minta Warga Hindari Panic Buying

Didin Wahidin | 10 Maret 2026, 21:30 WIB
Stok BBM Bandung Jelang Lebaran 2026 Aman, Pertamina Minta Warga Hindari Panic Buying
Pertamina menjamin Stok BBM Bandung Lebaran 2026 dalam kondisi aman hingga arus balik.

AKURAT JABAR – Pertamina memberikan kepastian hukum dan kenyamanan bagi warga Jawa Barat, khususnya di wilayah Kota Kembang.

Stok BBM Bandung jelang lebaran 2026 dipastikan berada dalam level aman meskipun sempat beredar isu kelangkaan di beberapa daerah luar pulau.

Pertamina menjamin pasokan energi tetap stabil, bahkan hingga masa puncak arus balik mendatang.

Branch Manager Bandung Fuel, Zico Aldillah S, menegaskan bahwa fenomena antrean panjang yang terjadi di wilayah seperti Sumatera Utara murni dipicu oleh perilaku panic buying.

Menurutnya, gangguan tersebut bukan disebabkan oleh kegagalan produksi atau kekurangan stok dari pusat distribusi.

“Sejauh ini di Kota Bandung tidak ada kelangkaan BBM. Yang terjadi di beberapa daerah itu lebih karena panic buying, bukan karena stoknya habis,” ujar Zico saat memberikan konfirmasi resmi pada Senin (9/3/2026).

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Melambung: Akankah Subsidi BBM dalam APBN 2026 Membengkak?

Membedah Fenomena Panic Buying dan Dampaknya

Zico menjelaskan bahwa panic buying muncul saat masyarakat membeli bahan bakar melampaui batas kebutuhan wajar harian mereka.

Hal ini biasanya terpicu oleh kekhawatiran berlebih akibat informasi yang tidak akurat di media sosial.

Faktanya, lonjakan permintaan yang mendadak dalam satu waktu justru akan mengganggu ritme distribusi normal di tingkat SPBU.

“Seharusnya masyarakat membeli BBM sewajarnya saja. Karena adanya isu kelangkaan, akhirnya orang membeli dua sampai tiga kali lipat dari kebutuhan biasanya. Inilah yang menyebabkan antrean dan kekosongan sesaat di dispenser,” jelas Zico.

Hingga pekan kedua Maret 2026, Pertamina belum menemukan indikasi perilaku pembelian impulsif tersebut di Kota Bandung.

Alur pengiriman dari terminal BBM menuju seluruh SPBU di Bandung Raya masih berjalan sesuai jadwal rutin tanpa hambatan.

Baca Juga: Langkah Berani! Indonesia Berhenti Impor BBM Secara Bertahap Mulai 2026

Meluruskan Mitos "Stok 20 Hari"

Selain itu, Zico turut mengklarifikasi pemahaman keliru di masyarakat mengenai angka ketahanan stok nasional yang sering disebut hanya cukup untuk 20 hari.

Banyak warga menganggap bahwa setelah hari ke-20, stok akan benar-benar habis jika tidak ada pengiriman baru.

Zico menganalogikan manajemen stok BBM Pertamina seperti menjaga volume air di dalam bak mandi.

Artinya, sistem pengisian ulang dilakukan secara kontinu tanpa menunggu tangki penyimpanan kosong.

“Kalau diibaratkan seperti bak mandi, tidak mungkin kita menunggu sampai kosong baru diisi. Saat volume sudah berkurang seperempat atau setengah, petugas langsung melakukan pengisian lagi," ujarnya.

"Jadi, angka 20 hari itu adalah kapasitas cadangan yang selalu kita jaga setiap hari agar tetap penuh,” terangnya secara mendalam.

Baca Juga: Langkah Nyata Pemda Purwakarta, Sekda Norman Canangkan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM

Langkah Antisipasi: Build Up Stok Hingga Level SPBU

Menyambut bulan Ramadan dan lonjakan mobilisasi pada Idulfitri 1447 H, Pertamina telah melakukan langkah mitigasi sejak dini.

Strategi utama yang diterapkan adalah kebijakan build up stok, yakni memaksimalkan kapasitas penyimpanan di tangki-tangki SPBU sebelum masa puncak mudik tiba.

Terbukti, peningkatan cadangan ini diproyeksikan mampu meredam lonjakan konsumsi yang biasa terjadi pada H-7 hingga H+7 Lebaran.

“Kami sudah melakukan build up stok sampai ke level SPBU. Jadi saya rasa sampai dengan arus balik Lebaran pun sangat aman,” tegas Zico.

Baca Juga: Pengaturan Impor BBM: Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Perdagangan Nasional

Imbauan Bagi Warga Bandung

Akhirnya, Pertamina mengimbau seluruh elemen masyarakat di Kota Bandung untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab.

Pembelian BBM yang teratur sesuai kebutuhan harian akan sangat membantu kelancaran distribusi energi nasional.

“Masyarakat tidak perlu panik. Silakan membeli BBM sesuai kebutuhan harian saja agar distribusi tetap berjalan lancar bagi semua orang,” tutupnya.

Dengan demikian, stabilitas energi di Bandung diharapkan dapat mendukung kelancaran perayaan Idulfitri tahun ini tanpa adanya kendala bahan bakar bagi para pemudik maupun warga lokal.

Baca Juga: Nurul Meilani, Alumni MAI Foundation, Kembali Mengabdi Sebagai Project Leader Opening BBM 2025

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.