Jabar

Dukung Wisata Berkelanjutan, Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung Luncurkan Program Berseka untuk Kelola Sampah di Hotel dan Restoran

Didin Wahidin | 17 Maret 2026, 06:00 WIB
Dukung Wisata Berkelanjutan, Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung Luncurkan Program Berseka untuk Kelola Sampah di Hotel dan Restoran
Pemprov Jabar bersama Pemkot Bandung menggelar rapat koordinasi penanganan persoalan sampah melalui sektor pariwisata di Kantor Disparbud Jabar, Senin (16/3/2026).

AKURAT JABAR – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kota Bandung memperkuat sinergi dalam menangani persoalan sampah melalui sektor pariwisata.

Upaya ini terwujud dalam Program Berseka Jawa Barat (Bersih di Kawasan Wisata) yang menyasar hotel, restoran, hingga kafe sebagai pilar utama pariwisata berkelanjutan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat, Iendra Sofyan, mengungkapkan bahwa total volume sampah di Jawa Barat saat ini mencapai 29.000 ton per hari.

Kota Bandung sendiri menyumbang timbulan sampah yang cukup besar, yakni di kisaran 1.200 hingga 1.800 ton setiap harinya.

“Kami mendorong Program Berseka Jawa Barat untuk memastikan kawasan wisata mampu mengelola sampahnya secara mandiri," ujar Iendra dalam rapat koordinasi di Kantor Disparbud Jabar, Senin (16/3/2026).

"Kami memulai dari sektor perhotelan dan restoran sebelum nantinya merambah ke skala kota yang lebih luas,” jelas dia.

Baca Juga: DLH Siapkan Skenario Pengosongan TPS, Antisipasi Lonjakan Volume Sampah Bandung Jelang Lebaran 2026

Filosofi Sunda dalam Pengelolaan Sampah

Faktanya, program ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mengusung nilai luhur budaya lokal.

Implementasi Berseka berpijak pada filosofi Sunda: ngarumat (merawat), ngaruat (menata dan membersihkan), serta ngajaga (menjaga secara berkelanjutan).

Oleh sebab itu, destinasi wisata dengan area luas seperti Saung Angklung Udjo menjadi contoh ideal.

Lokasi tersebut memungkinkan pengolahan sampah dilakukan langsung di tempat tanpa harus membuang seluruhnya ke tempat pembuangan akhir.

Baca Juga: Tinjau Program Gaslah, Menteri LH Puji Terobosan Pengelolaan Sampah Kota Bandung di Tingkat RW

Wali Kota Farhan: Timbulan Sampah Naik 15 Persen Saat Liburan

Selanjutnya, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyoroti tantangan besar yang dihadapi Kota Kembang.

Ia menyebut sekitar 78 persen sampah di Kota Bandung masih bergantung pada TPA Sarimukti, sementara kapasitas pengolahan mandiri baru menyentuh angka 22 persen.

Farhan menjelaskan bahwa pada periode tertentu, seperti Ramadan atau libur panjang, jumlah sampah bisa melonjak drastis.

“Timbulan sampah harian mencapai 1.950 ton, dan jumlah ini bisa meningkat hingga 15 persen saat musim liburan,” jelas Farhan.

Menariknya, TPA Sarimukti diprediksi hanya mampu bertahan selama kurun waktu dua tahun lagi.

Hal ini memaksa Pemkot Bandung untuk mengoptimalkan Program Gaslah, di mana ribuan petugas mendatangi rumah warga setiap pagi untuk memastikan sampah telah terpilah sejak dari sumbernya.

Baca Juga: Tinjau Program Gaslah, Menteri LH Puji Terobosan Pengelolaan Sampah Kota Bandung di Tingkat RW

Inovasi Pengolahan Sampah di Level Kelurahan

Selain itu, Pemkot Bandung mulai menerapkan berbagai metode inovatif untuk mengolah sampah organik di tingkat kelurahan. Beberapa metode yang kini menjadi andalan meliputi:

  • Penggunaan maggot Black Soldier Fly (BSF).

  • Sistem Lodong Sisa Dapur (Loseda).

  • Produksi pupuk cair melalui fermentasi buah.

Kawasan komersial seperti Paris Van Java Mall dan Hotel Mercure Supratman telah menjadi proyek percontohan yang memiliki fasilitas pengolahan sampah mandiri.

Akhirnya, melalui kolaborasi lintas sektor ini, pemerintah menargetkan pengurangan sampah secara signifikan.

Pemerintah juga membuka peluang pembiayaan melalui skema corporate social responsibility (CSR), crowdfunding, hingga kerja sama swasta untuk mendukung infrastruktur pengolahan sampah.

Dengan demikian, keberhasilan Program Berseka Jawa Barat diharapkan tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga memperkuat daya tarik Bandung sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang ramah lingkungan.

Baca Juga: Jadikan Pilot Project Nasional, Mendiktisaintek Brian Yuliarto Bakal Terjunkan Mahasiswa KKN Tangani Sampah Bandung

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.