Jabar

Melampaui Target! IPM Jawa Barat Tahun 2025 Melesat ke 75,9 Poin, Sektor Pendidikan dan Kesehatan Jadi Kunci Utama

Didin Wahidin | 30 Maret 2026, 10:31 WIB
Melampaui Target! IPM Jawa Barat Tahun 2025 Melesat ke 75,9 Poin, Sektor Pendidikan dan Kesehatan Jadi Kunci Utama
IPM Jawa Barat Tahun 2025

AKURAT JABAR – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatatkan prestasi gemilang dalam pembangunan sumber daya manusia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM Jawa Barat Tahun 2025) dilaporkan meningkat signifikan menjadi 75,9 poin, naik tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 74,92 poin.

Capaian impresif ini sekaligus melampaui target yang ditetapkan pemerintah sebesar 74,39 poin. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa tren positif ini merupakan hasil perbaikan merata pada dimensi kesehatan, pendidikan, serta standar hidup layak masyarakat.

Faktanya, keberhasilan ini didorong oleh intervensi masif pada layanan dasar dan penguatan infrastruktur pendidikan di 27 kabupaten/kota.

Baca Juga: Genjot Kapasitas SDM, Sekda Jabar Herman Suryatman Targetkan Jawa Barat Jadi Provinsi Termaju

Oleh sebab itu, perbaikan kualitas layanan kesehatan menjadi pilar penting penyusun IPM tahun ini. Pemprov Jabar sukses menekan angka kematian balita hingga menyentuh angka 6,67 per 1.000 kelahiran hidup.

Selanjutnya, dampak dari kesejahteraan yang membaik terlihat pada peningkatan Usia Harapan Hidup (UHH) yang kini mencapai 75,53 tahun.

Hal ini menunjukkan bahwa program preventif dan akses layanan kesehatan primer di Jawa Barat semakin efektif dirasakan masyarakat.

Baca Juga: Siapkan SDM Global, Program Nihongo Partners Jabar 2026 Perkuat Karakter dan Bahasa Siswa

Menariknya, dimensi pendidikan menunjukkan progres luar biasa. Rata-rata lama sekolah di Jawa Barat kini mencapai 9,46 tahun, melampaui target awal sebesar 9,35 tahun. Untuk menjaga momentum ini, pemerintah menyalurkan berbagai bantuan operasional secara masif.

Distribusi Bantuan Pendidikan Jabar 2025:

  • BOPD & BPMU: Menjangkau lebih dari 1,3 juta siswa SMA, SMK, dan SLB di seluruh Jabar.

  • Beasiswa Personal Pancawaluya: Dukungan khusus bagi 9.400 siswa dari keluarga prasejahtera.

  • Infrastruktur Fisik: Pembangunan 11 Unit Sekolah Baru (USB) dan 722 ruang kelas baru.

  • Sanitasi & Kelayakan: Rehabilitasi 224 ruang kelas serta pembangunan 290 unit toilet standar kesehatan.

“Intervensi pada jenjang pendidikan menengah dan khusus menjadi instrumen afirmasi kami untuk menekan angka putus sekolah,” ujar Dedi Mulyadi di Bandung, Senin (30/3/2026).

Baca Juga: Hadirkan Respon Cepat, Pemkab Perkuat SDM Layanan Darurat 112 Ciamis

Selain itu, Pemprov Jabar telah menyiapkan peta jalan untuk terus mendongkrak IPM di tahun-tahun mendatang.

Fokus utama akan diarahkan pada digitalisasi pembelajaran guna menghapus celah kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan perdesaan melalui platform terstandarisasi.

Penting untuk dicatat, sektor kesehatan juga akan memperkuat layanan primer dan kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Dari sisi ekonomi, pemerintah berkomitmen meningkatkan pendapatan masyarakat untuk mendorong pengeluaran per kapita yang lebih tinggi.

Baca Juga: Cetak SDM Adaptif, Gubernur Dedi Mulyadi Gagas Sekolah Maung Jawa Barat 2026

Akhirnya, kenaikan IPM Jawa Barat Tahun 2025 menjadi bukti nyata bahwa sinergi kebijakan pembiayaan dan pembangunan infrastruktur berjalan di jalur yang benar.

Peningkatan kualitas SDM ini diharapkan menjadi modal utama Jabar dalam menghadapi tantangan ekonomi global ke depan.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat terus memanfaatkan berbagai fasilitas pendidikan dan kesehatan yang telah disediakan pemerintah demi mewujudkan kesejahteraan yang merata.

Baca Juga: Pemdaprov Jawa Barat - Guangxi Jalin Kerja Sama di Bidang Pengembangan SDM

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.