Jabar

Tanpa Kompensasi! Warga Wanayasa Purwakarta Keluhkan Tiang WiFi MyRepublic yang Berdiri di Pekarangan Rumah

Didin Wahidin | 13 Maret 2026, 17:32 WIB
Tanpa Kompensasi! Warga Wanayasa Purwakarta Keluhkan Tiang WiFi MyRepublic yang Berdiri di Pekarangan Rumah
Seorang warga Desa Wanayasa, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta tengah menunjukkan keberadaan Tiang WiFi MyRepublic di pekarangan rumahnya, Jumat (13/3/2026).

AKURAT JABAR – Seorang warga Desa Wanayasa, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, menyuarakan keresahannya terkait keberadaan Tiang WiFi MyRepublic Wanayasa.

Tiang jaringan internet tersebut berdiri kokoh di pekarangan rumah pribadinya tanpa adanya kejelasan mengenai kompensasi penggunaan lahan hingga saat ini.

Pemilik rumah, Muhammad Azhar Al Asy’ari, mengungkapkan bahwa awalnya sempat terjadi komunikasi melalui pihak pemerintah desa sebelum pemasangan berlangsung.

Namun, kesepakatan yang ada dinilai tidak memberikan keadilan bagi dirinya sebagai pemilik lahan.

“Awalnya pihak desa berkomunikasi mengenai rencana pemasangan jaringan internet, termasuk penempatan tiang di pekarangan rumah saya,” ujar Azhar kepada awak media.

Baca Juga: Pemprov Jabar Siapkan 25 Titik Wifi Publik Secara Gratis, Dorong UMKM Maju Lewat Konektivitas Digital

Janji Diskon Layanan yang Tak Berujung Solusi

Faktanya, pihak penyedia layanan internet tersebut sempat menawarkan potongan harga atau diskon berlangganan sebagai bentuk "kompensasi" jika Azhar memasang layanan WiFi di rumahnya.

Namun, karena Azhar memutuskan untuk tidak menggunakan layanan tersebut, status penggunaan lahannya pun menjadi menggantung.

Oleh sebab itu, ia menilai seharusnya ada bentuk kompensasi lain yang lebih adil jika provider tetap menggunakan lahan miliknya untuk kepentingan komersial.

“Pihak provider sempat menjanjikan diskon kalau saya pasang WiFi. Tapi saya tidak pasang. Menurut saya, tetap harus ada kompensasi karena lahan saya terpakai untuk aset mereka,” jelasnya.

Baca Juga: Menuju Jabar Caang dan Terkoneksi: Tahun Depan Listrik Surya dan Internet Akan Jangkau Semua Desa

Diduga Saling Lempar Tanggung Jawab antara Desa dan Provider

Selanjutnya, upaya Azhar untuk mencari kejelasan justru menemui jalan buntu.

Saat ia mencoba menghubungi pihak provider, mereka menyarankan agar persoalan tersebut diselesaikan melalui pemerintah desa sebagai pihak yang menjembatani komunikasi awal.

Menariknya, ketika Azhar mendatangi kantor desa bulan lalu, ia tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan.

Ia mengaku merasa kecewa karena proses mediasi tersebut terkesan saling lempar tanggung jawab antarinstansi.

“Saya sudah ke kantor desa, tapi hasilnya justru saling lempar. Tidak ada solusi atau jawaban pasti soal kompensasi tersebut,” keluh Azhar.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Internet 100 Mbps untuk Sekolah dan Puskesmas Serta Kantor Desa Blank Spot

Tujuh Bulan Tanpa Kepastian Hukum

Selain itu, Azhar merasa resah karena tiang tersebut sudah berdiri selama hampir tujuh bulan di area pekarangan rumahnya.

Keberadaan infrastruktur tanpa kesepakatan tertulis yang jelas mengenai hak pemilik lahan ini dianggap sangat merugikan.

Ia berharap pihak penyedia layanan internet maupun Pemerintah Desa Wanayasa segera memberikan penjelasan yang transparan.

Azhar menuntut adanya solusi konkret agar permasalahan sengketa lahan ini tidak berlarut-larut.

“Saya hanya menuntut kejelasan. Jika memang lahan pribadi saya digunakan untuk kepentingan bisnis, harus ada kesepakatan yang jelas dan adil,” pungkasnya.

Hingga berita ini dirilis, belum ada konfirmasi secara resmi dari pihak terkait mengenai kejelasan permasalahan tersebut.

Baca Juga: Diskominfo Purwakarta Tata Ulang Kabel Internet dan TV, Jaga Estetika dan Keamanan Warga

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.