Jabar

Aplikasi Genep Waluya SMAN 6 Bandung: Inovasi Gamifikasi Ibadah yang Viral di Ramadan 2026

Didin Wahidin | 26 Februari 2026, 11:10 WIB
Aplikasi Genep Waluya SMAN 6 Bandung: Inovasi Gamifikasi Ibadah yang Viral di Ramadan 2026
Genep Waluya, aplikasi Ramadan SMAN 6 Bandung.

AKURAT JABAR – Suasana Ramadan di SMAN 6 Bandung tahun ini tampak lebih kompetitif dalam hal positif. Oleh karena itu, sekolah meluncurkan aplikasi Genep Waluya, sebuah platform digital yang mengadopsi konsep gamifikasi untuk memotivasi siswa beribadah.

Sebab, terobosan ini berhasil mengubah rutinitas ibadah menjadi pengalaman yang menyenangkan layaknya bermain gim.

Aplikasi ini merupakan karya inovatif guru IT SMAN 6 Bandung, Tonny Hidayat Poniman, yang terinspirasi dari kedekatan generasi z dengan dunia gaming.

Sistem Leaderboard Pemantik Motivasi

Berdasarkan mekanisme aplikasi, setiap aktivitas kebaikan siswa mulai dari tadarus Al-Qur'an, salat fardu, tarawih, hingga aksi ekologi dikonversi menjadi poin atau Experience Points (XP).

Hasilnya, siswa saling bersaing menduduki peringkat teratas dalam leaderboard (klasemen).

"Anak-anak zaman sekarang sulit lepas dari gim. Jadi, saya buat sistem di mana amaliah Ramadan mereka terekam dan tampil dalam klasemen. Ternyata antusiasmenya luar biasa," ujar Tonny saat ditemui di SMAN 6 Bandung, Selasa (24/2/2026).

Faktanya, hingga hari keenam Ramadan, sistem mencatat siswa telah menginput lebih dari 400 ribu ayat Al-Qur’an.

Tonny bahkan sempat kewalahan karena banyak siswa yang memprotes batasan input ayat lantaran tadarus mereka melebihi kuota harian sistem.

Adaptasi Teknologi Tanpa Menghilangkan Peran Guru

Meskipun canggih, Tonny yang merupakan peraih Juara 1 Nasional Hackathon Guru ini menegaskan bahwa teknologi hanya alat bantu. Pasalnya, interaksi humanis antara guru dan siswa tetap menjadi prioritas utama sekolah.

"Aplikasi tidak bisa menggantikan peran guru. Wali kelas tetap memantau dan berinteraksi langsung untuk membimbing karakter mereka," tegas lulusan Ilmu Komputer UPI tersebut.

Internalisasi Nilai Karakter Pancawaluya

Sementara itu, Kepala SMAN 6 Bandung, Yadi Setiadi, mengapresiasi inovasi yang kini mulai menginspirasi sekolah lain tersebut.

Maka dari itu, sekolah sengaja mengalihkan fokus siswa dari penggunaan teknologi yang sia-sia menuju kegiatan yang lebih produktif dan religius.

"Kami ingin semangat berlomba dalam kebaikan tumbuh melalui cara yang dekat dengan dunia mereka. Ini adalah implementasi nilai Gapura Pancawaluya," kata Yadi.

Lebih lanjut, salah satu siswa kelas papan atas klasemen, Queensha Cecilya Putri Pratama, mengaku sangat terbantu dengan aplikasi ini. Dengan demikian, target ibadahnya menjadi lebih terukur setiap harinya.

"Aku jadi makin termotivasi karena ada poin dan tahu posisi peringkat kita. Seru bisa lomba kebaikan sama teman-teman," tutur Queensha yang kini bertengger di peringkat kedua klasemen.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.