Jabar

Bukti Nyata Kemandirian: Parsel Karya Siswa SLB Dharmawanita Bogor Banjir Ratusan Pesanan Jelang Lebaran

Didin Wahidin | 6 Maret 2026, 07:00 WIB
Bukti Nyata Kemandirian: Parsel Karya Siswa SLB Dharmawanita Bogor Banjir Ratusan Pesanan Jelang Lebaran
Siswa SLB Dharmawanita Kota Bogor membuat parsel Lebaran.

AKURAT JABAR – Bulan suci Ramadan 1447 H menjadi momentum penuh berkah bagi para siswa di SLB Dharmawanita Kota Bogor.

Melalui sentuhan kreativitas dalam pembelajaran vokasi, karya siswa SLB Bogor berupa parsel Lebaran mendapat apresiasi luar biasa dari publik hingga menerima lebih dari 100 pesanan.

Kepala SLB Dharmawanita Kota Bogor, Darwina, menjelaskan bahwa keberhasilan ini melibatkan delapan siswa bertalenta dari jenjang SMPLB dan SMALB.

Para siswa yang memiliki kebutuhan khusus tunarungu dan tunagrahita ini membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi.

Baca Juga: Pertama di Indonesia! SLBN Cicendo Hadirkan Masjid Inklusif Disabilitas Jawa Barat dengan Teknologi Cahaya

Kembangkan Jiwa Wirausaha Lewat Program "BMW Mamah"

Kegiatan pembuatan parsel ini bukan sekadar aktivitas pengisi waktu luang. Darwina menegaskan bahwa sekolah fokus mengembangkan keterampilan vokasi dan kewirausahaan siswa melalui metode pembelajaran berbasis proyek (project-based learning).

"Kami melatih kemandirian, rasa tanggung jawab, hingga kerja sama tim. Proses ini menjadi sarana krusial untuk menumbuhkan rasa percaya diri siswa melalui karya nyata," ungkap Darwina saat memberikan keterangan, Rabu (4/3/2026).

Faktanya, inisiatif ini merupakan perwujudan nyata dari program "BMW Mamah" (Bekerja, Melanjutkan, Wirausaha, dan Mandiri di Rumah) yang menjadi unggulan bagi SLB di Jawa Barat.

Dengan menghasilkan parsel yang kompetitif, siswa belajar bagaimana sebuah karya seni dapat bertransformasi menjadi unit bisnis yang produktif.

Baca Juga: Disdik Jabar Pancawaluya SLB Inklusif Diperkuat, Cetak Guru Hebat untuk Pendidikan Karakter

Produk Unik yang Diminati Berbagai Kalangan

Kualitas karya siswa SLB Bogor terbukti mampu bersaing di pasar luas. Parsel-parsel tersebut memiliki daya tarik tersendiri karena tampilannya yang unik, rapi, dan memiliki nilai sosial yang tinggi.

"Momentum Ramadan ini menjadi ruang belajar yang sangat bermakna bagi mereka. Hingga saat ini, pesanan terus mengalir deras baik dari perorangan, instansi pemerintah, maupun berbagai komunitas di Bogor," tambah Darwina.

Oleh karena itu, antusiasme pembeli tidak hanya didasari oleh rasa empati, tetapi juga karena kualitas produk yang memang layak disandingkan dengan parsel komersial lainnya.

Hal ini secara otomatis mengikis stigma negatif terhadap kemampuan anak berkebutuhan khusus (ABK).

Baca Juga: Sambut Hari Pertama Sekolah Jabar 2026, Siswa SLBN Cicendo Bandung Mulai Semester Dua dengan Prestasi

Kebanggaan Orang Tua dan Harapan Masa Depan

Respons positif juga datang dari lingkungan keluarga. Para orang tua mengaku sangat bangga melihat buah hati mereka mampu memproduksi barang yang laku di pasaran.

Dukungan orang tua terlihat nyata melalui keterlibatan mereka dalam mempromosikan produk hingga membantu penyediaan bahan baku.

Hasilnya, kepercayaan diri orang tua terhadap potensi masa depan anak-anak mereka pun meningkat drastis.

Sekolah berharap, bekal keterampilan wirausaha ini dapat menjadi modal utama bagi para siswa setelah lulus nanti.

"Kami ingin mereka tumbuh menjadi pribadi yang terampil dan berdaya saing. Harapannya, lulusan kami tidak hanya mandiri secara personal, tetapi juga mampu berkarya secara produktif di tengah masyarakat," pungkas Darwina.

Dengan demikian, keberhasilan karya siswa SLB Bogor ini mengirimkan pesan kuat bagi dunia pendidikan bahwa setiap anak memiliki talenta istimewa jika diberikan wadah dan bimbingan yang tepat.

Baca Juga: Pemprov Jabar Renovasi SLB Negeri A Pajajaran Untuk Sekolah Rakyat, Sekda Herman: Jamin Proses Pembelajaran Lancar dan Aman

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.