Gelar Perpusjal di Aksi Kamisan Purwakarta, Kembali Budayakan Literasi di Ruang Publik

AKURAT JABAR - Sekelompok Pemuda di Purwakarta menggelar Perpustakaan Jalanan pada Aksi Kamisan yang rutin digelar di trotoar Perempatan Taman Pembaharuan, tepatnya di Jalan Ibrahim Singadilaga Kelurahan Nagrilaler Kabupaten Purwakarta sebagai upaya membangkitkan kembali literasi masyarakat di ruang publik.
Tidak seperti Perpustakaan pada umumnya, dengan hanya bermodalkan hasil kolektif, para pemuda dari berbagai elemen ini mulai menjajaki buku-buku bacaan di atas spanduk bekas untuk dibaca bebas oleh masyarakat yang sengaja singgah sambil ngabuburit produktif karena perpusjal ini mulai melapak sore hari pada hari Kamis (6/3/2025).
Sebagai Founder Perpusjal Purwakarta sekaligus Koordinator Aksi Kamisan Purwakarta, Dzikri Baehaqi menjelaskan bahwa Purwakarta butuh ruang publik yang lebih luas untuk meningkatkan literasi masyarakatnya sebagai upaya kecil peningkatan minat baca masyarakat.
"Sebetulnya perpusjal ini sudah berjalan sejak 2018-san, walaupun sempat off dan beda pengelolaan. Ya, memang berjalan saja apa adanya. Dari dulu niat adanya perpusjal ini dalam rangka menumbuhkan minat baca masyarakat Purwakarta. Buku yang disajikan pun memang hasil kolektif temen-temen. Jadi setiap orang berhak ikut membaca dengan gratis," kata Dzikir yang akrab dipanggil Jarot.
Jarot juga menuturkan bahwa tema Aksi Kamisan kali ini adalah Tadarus Sosial, yang difokuskan pada membaca dan diskusi yakni dengan melapak buku, adapun di kemudian hari agenda Aksi Kamisan akan diperluas kembali dengan orasi dan karya seni.
"Tema Kamisan kali ini adalah Tadarus Sosial, berhubung sedang bulan puasa jadi ajang ngabuburit produktif saja ketimbang tidur atau main enggak jelas. Di aksi kamisan selanjutnya mungkin akan kita aktifkan kembali orasi-orasi dari pemuda dan bahkan tampilan karya seni supaya daya kritis dan kreativitas masyarakat terwadahi," kata Jarot menambahkan.
Dia juga berharap perpusjal ini terus berkembang dengan tidak hanya menyajikan buku-buku ilmiah saja, melainkan bertambah pada segmentasi lainnya seperti buku-buku fiksi, buku menggambar dan mewarnai.
"Ya, kita usahakan ada penambahan buku lainnya seperti komik, buku gambar dan mewarnai sehingga segmentasi anak-anak juga bisa terwadahi di Perpusjal ini," bebernya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










