Jabar

Sinergi 27 Kabupaten/Kota, Disdik Jabar Matangkan Perencanaan Pendidikan Generasi Pancawaluya

Didin Wahidin | 22 Februari 2026, 04:53 WIB
Sinergi 27 Kabupaten/Kota, Disdik Jabar Matangkan Perencanaan Pendidikan Generasi Pancawaluya

AKURAT JABAR – Disdik Jabar (Dinas Pendidikan Jawa Barat) secara resmi menggelar Forum Perangkat Daerah (FPD) Bidang Pendidikan Tahun 2026 di Aula Ki Hajar Dewantara, Kota Bandung, Kamis (12/2/2026).

Pertemuan strategis ini bertujuan menyelaraskan visi pembangunan pendidikan antara pemerintah provinsi dengan 27 kabupaten/kota.

Oleh karena itu, FPD tahun ini mengusung tema besar “Mewujudkan Generasi Pancawaluya melalui Sinergi Pembangunan Pendidikan”.

Sebab, perencanaan yang matang menjadi fondasi utama dalam melahirkan sumber daya manusia (SDM) Jawa Barat yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global di tahun 2027 mendatang.

Baca Juga: Link and Match! Disdik Jabar Gandeng Sembilan Perusahaan Perkuat Pendidikan Vokasi Jawa Barat

 

Dokumen Perencanaan Berbasis Akuntabilitas

Berdasarkan keterangan Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik) Jabar, forum ini merupakan wadah penampung masukan substantif serta konstruktif.

Maka dari itu, hasil dari diskusi ini akan bermuara pada dokumen perencanaan pendidikan yang efektif, efisien, partisipatif, dan akuntabel.

“Kita harus memastikan kebijakan pendidikan tahun 2027 bersifat sinergis dan tepat sasaran. Dengan demikian, dokumen ini akan menjadi dasar hukum sekaligus peta jalan bagi seluruh satuan pendidikan di Jawa Barat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, agenda ini turut dihadiri oleh Sekda Jabar Herman Suryatman, Ketua Komisi V DPRD Jabar Yomanius Untung, hingga perwakilan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dari seluruh penjuru daerah.

Baca Juga: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Pastikan Anggaran Beasiswa Siswa SMA SMK Swasta Tetap Tersedia di APBD 2026

 

Fokus pada Digitalisasi dan Pemerataan Akses

Sebagai informasi tambahan, dalam perencanaan menuju 2027, Disdik Jabar juga diprediksi akan memperkuat implementasi digitalisasi sekolah dan revitalisasi SMK berbasis industri.

Pasalnya, konsep Pancawaluya—yang mencakup kualitas Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer—memerlukan dukungan infrastruktur teknologi yang merata hingga ke pelosok.

Selain itu, isu mengenai optimalisasi sistem PPDB yang lebih transparan dan perluasan beasiswa Jabar Future Leaders Scholarship (JFLS) menjadi poin krusial yang turut dibahas.

Oleh sebab itu, sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar tidak ada lagi anak usia sekolah di Jabar yang putus sekolah.

Baca Juga: Dukung Sekolah Swasta, Pemprov Jabar Siapkan Rp218 Miliar untuk Beasiswa Siswa Tidak Mampu

 

Komitmen Bersama Pemangku Kepentingan

Pada akhirnya, Sekretaris Daerah Jabar Herman Suryatman menegaskan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang tidak bisa dikerjakan secara parsial.

Hasilnya, kolaborasi antara eksekutif, legislatif, dan praktisi pendidikan di lapangan menjadi penentu keberhasilan program ini.

Melalui penyelenggaraan FPD ini, Disdik Jabar optimistis dapat menghadirkan sistem pendidikan yang lebih inklusif.

Dengan demikian, profil pelajar Pancasila yang terangkum dalam karakter Pancawaluya dapat terwujud secara nyata di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Baca Juga: Pemprov Jabar Alokasikan Rp112,5 Miliar untuk Pembangunan Sekolah Baru di Jawa Barat

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.