Info Mudik Jawa Barat 2026: Cek Daftar Jalur Alternatif, Jadwal One Way, dan Puncak Arus Mudik

AKURAT JABAR – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai mematangkan strategi besar guna mengawal Info Mudik Jawa Barat 2026.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan di jalur nontol, petugas akan memberlakukan sistem satu arah (one way) serta penertiban aktivitas pasar tumpah di sepanjang jalur utama mudik.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, memprediksi kemacetan hebat akan terjadi di titik krusial seperti Simpang Jomin-Simpang Mutiara hingga Cikopo.
Sebagai langkah antisipasi, Dishub Jabar bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional akan menutup 47 titik putaran balik (u-turn) dan hanya menyisakan 8 titik akses guna menjaga kelancaran arus.
Pemetaan Titik Rawan Macet: Dari Puncak Hingga Nagreg
Selain wilayah utara, jalur Ciawi-Cibadak-Sukabumi juga mendapat perhatian khusus. Pihak kepolisian akan menindak tegas angkutan barang sumbu tiga ke atas yang nekat melintas saat puncak arus mudik.
Faktanya, parkir liar dan pedagang kaki lima di badan jalan sering menjadi pemicu utama kemacetan di area ini.
Di Kabupaten Bogor, jalur Ciawi-Simpang Gadog-Puncak tetap menjadi primadona sekaligus titik jenuh kendaraan.
Oleh karena itu, kepolisian akan menerapkan sistem ganjil-genap dan satu arah secara situasional. Satpol PP pun dikerahkan untuk menyisir aktivitas masyarakat yang mengganggu kelancaran lalu lintas.
Sementara itu, untuk mengurai kepadatan di Simpang Susun Cileunyi dan Nagreg, petugas menyiapkan alat pembaca kartu tol elektronik (mobile reader).
"Kami juga menyiapkan papan informasi tambahan jika arus harus dialihkan menuju Tol Cisumdawu," ungkap Dhani Gumelar, Senin (9/3/2026).
Baca Juga: Hantam Lubang Jalan Sebelum Mudik? Plt Bupati Bekasi Instruksikan Perbaikan Kilat 33 KM Jalur Utama!
Daftar 17 Jalur Alternatif Mudik Jawa Barat 2026
Menariknya, pemudik disarankan memanfaatkan jalur alternatif guna menghindari penumpukan di jalur arteri utama. Berikut adalah rincian jalur alternatif yang dapat digunakan:
1. Wilayah Utara (8 Jalur):
Sukamandi-Kalijati (22 km)
Pamanukan-Subang (31 km)
Kadipaten-Jatitujuh-Jatibarang (40,7 km)
Haurgeulis-Patrol (19 km)
Cikamurang-Jangga (35 km)
Budur-Tegalgubug-Jagapura-Mundu (32 km)
Losari-Ciledug-Cidahu-Kuningan (95 km)
Cirebon-Sumber-Rajagaluh-Majalengka (32 km)
2. Wilayah Tengah (4 Jalur):
Subang-Lembang-Bandung (41 km)
Sumedang-Jalan Cagak-Wanayasa-Purwakarta (85 km)
Talaga-Bantarujeg-Wado-Sumedang (79 km)
Kuningan-Cikijing-Majalengka-Kadipaten (45 km)
3. Wilayah Selatan (5 Jalur):
Garut-Banyuresmi-Leuwigoong-Kadungora-Cijapati-Majalaya-Bandung (78 km)
Sasak Beusi-Cibatu-Leles (19 km)
Banjar-Manonjaya-Tasikmalaya (44 km)
Malangbong-Wado (15 km)
Parakan Muncang-Warung Simpang (9 km)
Baca Juga: Buruan Daftar! Kuota Mudik Gratis Jabar 2026 Sisa 660 Kursi, Tiga Rute Ini Masih Tersedia
Prediksi Puncak Arus Mudik dan Balik 1447 H
Berdasarkan data Dishub Jabar, puncak arus mudik diperkirakan jatuh pada H-3 Idulfitri atau Rabu, 18 Maret 2026. Sebanyak 8,9 juta warga Jabar diprediksi bergerak serentak pada hari tersebut.
Waktu keberangkatan paling padat diperkirakan terjadi setelah sahur, yakni pukul 04.00 hingga 10.00 WIB, dengan estimasi 21,68 juta jiwa di jalanan.
Oleh sebab itu, pemudik diimbau berangkat pada waktu lengang, yakni antara pukul 11.00 hingga 23.00 WIB.
Sedangkan untuk arus balik, puncak kepadatan diprediksi terjadi dua gelombang:
Gelombang I (H+2): Selasa, 24 Maret 2026 (Estimasi 4,12 juta jiwa).
Gelombang II (H+6): Sabtu, 28 Maret 2026 (Estimasi 3,9 juta jiwa).
Baca Juga: Panduan Lengkap Aturan Mudik Lebaran 2026: Jadwal One Way, Contra Flow, dan Ganjil Genap
Garut Jadi Destinasi Utama, Tol Trans Jawa Tetap Terpadat
Faktanya, sebanyak 14,18 juta pemudik diprediksi akan memenuhi Tol Trans Jawa (Japek-Cipali-Palikanci). Jalur legendaris Bandung-Nagreg-Tasikmalaya-Ciamis juga akan diserbu sekitar 2,9 juta jiwa.
Secara mengejutkan, Kabupaten Garut tercatat sebagai daerah tujuan terbanyak bagi warga Jabar dengan estimasi kunjungan mencapai 2,94 juta jiwa.
Dari total 25,6 juta orang yang melakukan perjalanan, sekitar 96,73 persen di antaranya adalah pemudik murni, sementara sisanya melakukan perjalanan wisata dan silaturahmi lokal.
Akhirnya, kematangan Info Mudik Jawa Barat 2026 ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan dan kemacetan panjang.
Dengan demikian, perjalanan menuju kampung halaman dapat berlangsung lebih aman dan nyaman bagi seluruh keluarga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sabet Penghargaan Disway Top Regional Leader Award 2026, Saepul Bahri Binzein Kokohkan Purwakarta sebagai Magnet Industri Jawa Barat
- 2Menguji Akuntabilitas di Tengah Polemik PCMB Jawa Barat: Solusi Untuk Calon Murid Lebih Utama daripada Pergantian Pimpinan
- 3Respons Isu Reformasi Jilid II, Forum Sekjen Cipayung Plus: Situasi Berbeda dengan 1998
- 4BEM Se-Kota Makassar Gelar Dialog Kebangsaan, Dorong Independensi Mahasiswa Menuju Indonesia Emas
- 5Hari Jadi Purwakarta 2026 Dimulai, Om Zein Ajak Warga Jaga Sumber Air Lewat Tradisi Muru Indung Cai
- 6HMI Cabang Purwakarta dan Wamenko Bidang Pangan: Merekonstruksi Ketahanan Pangan Nasional dari Perspektif Kader Mandataris dan Arsitektur Digital
- 7Sambut HUT Ke-57 UIN Sultanah Nahrasiyah, Personel Brimob Aceh Batalyon B Pelopor Gelar Aksi Donor Darah
- 8Sikapi Tantangan Fiskal dan Demokrasi, Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Program MBG hingga Kebebasan Akademik
- 9Respons Isu Reformasi Jilid II, Forum Sekjen Cipayung Plus: Situasi Berbeda dengan 1998
- 10Sikapi Tantangan Fiskal dan Demokrasi, Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Program MBG hingga Kebebasan Akademik







