Jabar

DLH Siapkan Skenario Pengosongan TPS, Antisipasi Lonjakan Volume Sampah Bandung Jelang Lebaran 2026

Didin Wahidin | 13 Maret 2026, 13:43 WIB
DLH Siapkan Skenario Pengosongan TPS, Antisipasi Lonjakan Volume Sampah Bandung Jelang Lebaran 2026
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung menyiapkan langkah strategis guna mengantisipasi lonjakan Volume Sampah Bandung jelang Lebaran 2026.

AKURAT JABAR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung menyiapkan langkah strategis guna mengantisipasi lonjakan Volume Sampah Bandung Lebaran 2026.

Pemerintah memprediksi akan terjadi peningkatan timbulan sampah hingga 40 persen dibandingkan hari biasa selama momentum Ramadan dan Idulfitri 1447 H.

Kepala DLH Kota Bandung, Darto, menjelaskan bahwa peningkatan ini dipicu oleh tingginya aktivitas konsumsi masyarakat.

Jika dalam kondisi normal Bandung memproduksi sekitar 1.500 ton sampah per hari, maka potensi tambahan sampah mencapai 600 ton per hari.

“Selama Ramadan hingga hari ketiga Lebaran, penambahan volume sampah diperkirakan mencapai 40 persen. Meski fluktuatif, kami pastikan kondisi kebersihan kota tetap terkendali melalui berbagai skenario,” ujar Darto, Kamis (12/3/2026).

Baca Juga: Tinjau Program Gaslah, Menteri LH Puji Terobosan Pengelolaan Sampah Kota Bandung di Tingkat RW

Strategi Malam Takbiran: Target TPS Harus Kosong

Faktanya, salah satu langkah krusial yang DLH siapkan adalah optimalisasi seluruh armada pengangkut pada malam takbiran.

Kebijakan ini bertujuan memastikan seluruh tempat penampungan sementara (TPS) di Kota Bandung dalam kondisi kosong sebelum memasuki hari pertama Lebaran.

Oleh sebab itu, DLH akan mengerahkan kekuatan penuh guna menyisir sisa-sisa sampah di lingkungan masyarakat.

“Prinsipnya, pada malam takbiran TPS harus sudah kosong. Semua armada kami turunkan agar tidak ada tumpukan sampah selama masa libur pengangkutan,” tegas Darto.

Baca Juga: Jadikan Pilot Project Nasional, Mendiktisaintek Brian Yuliarto Bakal Terjunkan Mahasiswa KKN Tangani Sampah Bandung

Siagakan 571 Personel Kebersihan di Titik Prioritas

Selanjutnya, DLH menyiagakan sebanyak 571 personel kebersihan untuk mendukung pengelolaan sampah selama periode libur nasional.

Petugas tersebut akan fokus pada penyapuan ruas jalan utama dan pengangkutan sampah di sejumlah titik prioritas yang menjadi pusat keramaian.

Beberapa poin utama dalam pengerahan personel meliputi:

  • Fokus Penyapuan: Pembersihan rutin di ruas jalan protokol.

  • Pengangkutan Prioritas: Pembersihan area publik dan pusat perbelanjaan.

  • Operasional Malam: Pengerahan tenaga ekstra saat aktivitas warga meningkat di malam hari.

Baca Juga: Respons Cepat Temuan Pandawara, Dinas SDA Jabar Angkut Sampah di Oxbow Cicukang Kabupaten Bandung

Imbauan Tahan Sampah Selama Dua Hari Lebaran

Menariknya, operasional pengangkutan sampah akan berhenti sementara selama dua hari pertama Lebaran. Hal ini dilakukan guna memberikan kesempatan bagi petugas untuk merayakan hari raya.

Oleh karena itu, DLH mengimbau seluruh warga Kota Bandung untuk menahan sampah rumah tangga di rumah masing-masing selama periode tersebut.

Langkah ini sangat penting guna mencegah penumpukan sampah liar di trotoar atau pinggir jalan saat layanan libur.

“Kami meminta masyarakat menahan sampah dulu di rumah selama dua hari pertama Lebaran. Pada hari ketiga, layanan pengangkutan akan kembali beroperasi secara normal,” tambahnya.

Baca Juga: Langgar Ambang Batas Emisi, Pemkot Bandung Hentikan Teknologi Termal Sampah

Jaga Kenyamanan Kota di Hari Kemenangan

Akhirnya, melalui skenario pengelolaan yang matang, Pemkot Bandung berharap kebersihan kota tetap terjaga sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan nyaman.

Koordinasi antara petugas lapangan dan partisipasi aktif warga menjadi kunci keberhasilan penanganan sampah tahun ini.

Dengan demikian, sinergi semua pihak diharapkan mampu menekan dampak negatif dari lonjakan Volume Sampah Bandung Lebaran 2026.

Baca Juga: Tekan Ketergantungan TPA, Wali Kota Farhan Perkuat Pengelolaan Sampah Kota Bandung 2026

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.