Jabar

Pantau Pasar Tradisional dan Ritel, Pemkot Bandung Pastikan Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran 2026 Stabil

Didin Wahidin | 12 Maret 2026, 19:53 WIB
Pantau Pasar Tradisional dan Ritel, Pemkot Bandung Pastikan Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran 2026 Stabil
Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung terus memantau harga bahan pokok secara intensif guna mengantisipasi lonjakan harga jelang Hari Raya Idulfitri 1447 H.

AKURAT JABAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menjamin ketersediaan dan stabilitas Harga Bahan Pokok Bandung Lebaran 2026 tetap terjaga.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung terus melakukan pemantauan intensif guna mengantisipasi lonjakan harga yang kerap terjadi menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H.

Kepala Disdagin Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, menyatakan bahwa pihaknya telah rutin melakukan monitoring sejak awal Ramadan hingga saat ini.

Objek pemantauan mencakup berbagai pasar tradisional serta ritel modern di seluruh wilayah Kota Bandung.

“Alhamdulillah, hasil pantauan kami menunjukkan kondisi harga bahan pokok di Kota Bandung relatif stabil dan aman menjelang Lebaran tahun ini,” ujar Ronny pada Kamis (12/3/2026).

Baca Juga: Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadan, Polres Purwakarta Gelar Gerakan Pangan Murah

Fluktuasi Harga Cabai dan Daging Masih Wajar

Faktanya, beberapa komoditas pangan memang sempat mengalami fluktuasi harga, terutama pada komoditas cabai.

Namun, Ronny menilai kondisi tersebut masih dalam batas kewajaran dan tidak berlangsung lama.

Sementara itu, untuk komoditas utama seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur, harga terpantau sangat stabil.

Kenaikan harga secara spesifik hanya terjadi pada daging sapi dengan kualitas premium, sedangkan untuk jenis daging standar relatif masih terjangkau.

“Beras dan minyak goreng stabil. Untuk daging memang ada sedikit kenaikan, tetapi itu biasanya hanya pada daging dengan kualitas tinggi,” jelasnya.

Baca Juga: Jelang Ramadan, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin Pastikan Stok Pangan Aman di Pasar Guntur

Gelar Bazar Murah Utama (Bazmut) di 30 Kecamatan

Selanjutnya, guna menjaga daya beli masyarakat, Pemkot Bandung meluncurkan program Bazar Murah Utama (Bazmut).

Program ini tersebar secara serentak di 30 kecamatan di Kota Bandung untuk menghadirkan pangan dengan harga distributor.

Menariknya, mekanisme pelaksanaan Bazmut melibatkan berbagai pihak mulai dari BUMN, distributor, hingga pelaku ritel. Berikut adalah detail teknis program tersebut:

  • Cakupan Wilayah: Dilaksanakan di 30 kecamatan di Kota Bandung.

  • Intensitas: Dalam satu hari, bazar berlangsung di tiga kecamatan berbeda secara bergantian.

  • Ketersediaan Produk: Tersedia minimal 10 tenant di setiap kecamatan yang menjual beras SPHP, minyak goreng, hingga sayur-mayur.

Baca Juga: Gelar PANsar Murah Ramadhan di GOR Pajajaran Bogor, Menko Pangan Zulhas dan Dedie Rachim Bantu Ribuan Warga

Kolaborasi Lintas Sektor Jamin Pasokan Aman

Selain itu, Disdagin Kota Bandung memperkuat koordinasi dengan Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, serta asosiasi pangan.

Langkah kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan rantai pasok dari produsen ke pasar tidak terhambat.

Bahkan, pemerintah juga menggandeng para petani melalui koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat.

Kerja sama ini memastikan stok sayuran, khususnya cabai, tetap tersedia melimpah dengan harga yang kompetitif bagi warga Kota Bandung.

Akhirnya, Ronny meminta masyarakat untuk tidak panik karena stok pangan di Kota Bandung berada dalam kondisi yang sangat mencukupi.

Dengan demikian, perayaan Idulfitri dapat terlaksana dengan tenang tanpa beban kenaikan harga pangan yang drastis.

Baca Juga: Ekonomi Bandung Tumbuh Positif, Wali Kota Soroti Ketimpangan Sosial

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.