Bidik Pasar Sydney, Disperindag Jabar Dorong Kenaikan Ekspor Jawa Barat ke Australia Lewat Skema IA-CEPA

AKURAT JABAR – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat terus bermanuver untuk memperluas jangkauan produk lokal di kancah internasional.
Langkah terbaru dilakukan melalui webinar akses pasar dan business pitching bersama perwakilan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Sydney secara daring, Kamis (12/3/2026).
Kegiatan ini bertujuan membedah regulasi ketat di Australia serta memetakan peluang produk unggulan Jabar untuk menembus pasar Negeri Kanguru.
Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Disperindag Jabar, Mochamad Lukmanul Hakim, menegaskan pentingnya pelaku usaha memahami karakteristik pasar Australia yang sangat potensial.
“Secara geografis, Australia sangat dekat dengan Indonesia dan jalurnya aman dari konflik. Ini menjadi peluang kerja sama perdagangan yang sangat prospektif bagi Jabar,” ujar Lukman.
Baca Juga: Bidik Pasar Global, Disperindag Jabar Akselerasi Ekspor Kopi, Teh, dan Kakao Melalui WIITEX 2026
Optimalisasi IA-CEPA untuk Dongkrak Kinerja Ekspor
Faktanya, nilai ekspor Jawa Barat ke Australia pada tahun 2025 sempat mengalami pelambatan di sektor nonmigas.
Meski industri manufaktur masih mendominasi, pemerintah daerah kini melirik sektor lain yang lebih variatif untuk mendongkrak angka penjualan.
Oleh sebab itu, Lukman mendesak para pelaku usaha untuk memaksimalkan perjanjian Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).
Skema ini memberikan berbagai kemudahan tarif dan akses yang seharusnya bisa dimanfaatkan oleh eksportir asal Jawa Barat.
Standar Biosecurity Australia: Ketat Namun Menjanjikan
Selanjutnya, Wakil Kepala ITPC Sydney, Marhaley Sartiko, memberikan peringatan mengenai karakteristik pasar Australia yang dikenal sebagai well-regulated market.
Standar biosecurity, sertifikasi produk, serta kepatuhan regulasi menjadi harga mati bagi setiap produk yang ingin masuk.
“Standar biosecurity di Australia sangat tinggi. Setiap produk wajib memiliki sertifikasi dan pelabelan yang transparan menggunakan bahasa Inggris,” jelas Marhaley.
Menariknya, konsumen di Australia kini sangat tertarik pada sustainability story atau cerita keberlanjutan di balik sebuah produk.
Produk yang memiliki nilai tambah berupa manfaat kesehatan serta diproduksi secara ramah lingkungan memiliki peluang menang lebih besar di pasar tersebut.
Baca Juga: Airlangga dan Dedi Mulyadi Kompak Dorong Ekspor Produk Dalam Negeri, Pelabuhan Patimban Jadi Sorotan
Kopi, Teh, dan Keripik Tempe Jadi Incaran
Selain itu, sesi business pitching yang melibatkan tujuh perusahaan besar asal Jabar mengungkap beberapa komoditas yang paling diminati.
Produk makanan dan minuman (food and beverages), furnitur, serta kopi dan teh menduduki peringkat atas daftar potensi ekspor.
Beberapa komoditas yang dinilai siap tempur di pasar Australia antara lain:
Kopi, kakao, dan gula aren.
Produk teh premium.
Keripik tempe dan makanan ringan.
Minuman kesehatan (health drinks).
“Produk FnB sangat diminati karena besarnya komunitas Asia di sana. Namun, pastikan sudah mengantongi sertifikasi HACCP sebelum melakukan pengiriman,” tambah Marhaley.
Baca Juga: BPS Jabar Catat Adanya Kenaikan Ekspor Jawa Barat
Disperindag Jabar Perkuat Jaringan IPSKA
Akhirnya, melalui penguatan 14 Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal (IPSKA) di bawah koordinasi Disperindag Jabar, pemerintah menjamin kemudahan administrasi bagi para eksportir.
Kolaborasi dengan perwakilan perdagangan di luar negeri seperti ITPC Sydney diharapkan menjadi jembatan permanen bagi produk Jabar.
Dengan demikian, upaya meningkatkan ekspor Jawa Barat ke Australia bukan lagi sekadar wacana, melainkan langkah konkret menuju penguatan ekonomi daerah di pasar global.
Baca Juga: Tembus Pasar Dunia! Bupati Garut Gandeng IPB dan AIC Perkuat Industri Kulit Garut Global
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









