Jabar

Harga Kebutuhan Pokok Jawa Barat 2026 Merosot Tajam Pasca-Lebaran, Stok Cabai dan Daging Sapi Melimpah

Didin Wahidin | 1 April 2026, 10:00 WIB
Harga Kebutuhan Pokok Jawa Barat 2026 Merosot Tajam Pasca-Lebaran, Stok Cabai dan Daging Sapi Melimpah
Harga kebutuhan barang pokok di Jawa Barat menunjukkan tren penurunan setelah Idulfitri 2026.

AKURAT JABAR – Masyarakat Jawa Barat kini bisa bernapas lega setelah lonjakan harga selama bulan Ramadan. Tren Harga Kebutuhan Pokok Jawa Barat 2026 menunjukkan penurunan signifikan pasca-Idulfitri. Hal ini terjadi seiring dengan stabilnya pasokan dan kembali normalnya angka permintaan di pasar tradisional maupun modern.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat, Nining Yuliastiani, mengungkapkan bahwa komoditas yang mengalami penurunan paling tajam meliputi berbagai jenis cabai dan daging sapi.

Penurunan ini merupakan hasil dari berbagai langkah pengendalian harga yang dilakukan pemerintah daerah.

Faktanya, penurunan harga ini juga dipicu oleh melimpahnya pasokan dari daerah penghasil yang mulai memasuki masa panen raya di akhir Maret 2026.

Baca Juga: Harga Bahan Pokok Jawa Barat 2026: Stok Bawang dan Daging Ayam Melimpah

Cabai Anjlok Hingga 26 Persen, Permintaan Kembali Normal

Oleh sebab itu, komoditas cabai yang sempat melambung tinggi kini berangsur normal. Berdasarkan data per Jumat (27/3/2026), harga cabai merah besar mengalami penurunan drastis sebesar 26,94 persen menjadi Rp47.184 per kilogram.

Selanjutnya, cabai rawit merah juga merosot 24,01 persen ke angka Rp71.888 per kilogram. Sementara itu, cabai merah keriting kini dibanderol Rp41.678 per kilogram atau turun 16,25 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

“Usai Idulfitri, harga berbagai jenis cabai mengalami penurunan signifikan. Kembali normalnya permintaan masyarakat berperan besar dalam stabilitas harga ini,” ujar Nining Yuliastiani, Senin (30/3/2026).

Baca Juga: Pantau Pasar Tradisional dan Ritel, Pemkot Bandung Pastikan Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran 2026 Stabil

Daging Sapi dan Ayam Ras Mulai Terjangkau

Menariknya, penurunan harga tidak hanya terjadi pada bumbu dapur, tetapi juga pada sumber protein hewani. Harga daging sapi yang sempat melonjak saat Lebaran kini turun 7,07 persen menjadi Rp141.548 per kilogram.

Perincian Penurunan Harga Komoditas Lainnya:

  1. Daging Ayam Ras: Turun 5,24 persen menjadi Rp41.908 per kilogram.

  2. Bawang Merah: Turun 5,53 persen menjadi Rp38.968 per kilogram akibat pasokan yang mencukupi.

  3. Bawang Putih Honan: Turun 1,25 persen ke angka Rp35.346 per kilogram dengan status pasokan surplus.

  4. Beras Medium & Premium: Mengalami penurunan tipis sekitar 0,13 persen, dengan harga rata-rata Rp13.164 hingga Rp14.549 per kilogram.

Baca Juga: Pemkab Bekasi Pastikan Harga dan Stok Bahan Pokok Stabil Jelang Natal dan Tahun Baru

Strategi Ketahanan Pangan Jabar Jangka Panjang

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak ingin terlena dengan tren penurunan harga ini. Nining menegaskan bahwa pemprov terus memperkuat sistem ketahanan pangan daerah guna menjaga stabilitas harga secara berkelanjutan.

Langkah Strategis Pemprov Jabar:

  • Konektivitas Distribusi: Mempercepat jalur logistik dari petani langsung ke pasar induk.

  • Cadangan Pangan: Memperkuat stok di gudang-gudang daerah untuk mengantisipasi cuaca ekstrem.

  • Kerja Sama Antar Daerah (KAD): Mengintensifkan suplai komoditas dari daerah surplus ke daerah yang kekurangan stok.

Penting untuk dicatat, langkah-langkah ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat tetap kuat serta memastikan laju inflasi daerah tetap berada dalam kisaran yang aman di tahun 2026.

Baca Juga: Warning Inflasi Jabar 7 Kali: BI Desak Pemda Waspada Harga Pangan dan Tekan Laju Penurunan Sektor Pertanian

Optimisme Stabilitas Harga Jelang Tengah Tahun

Akhirnya, penurunan Harga Kebutuhan Pokok Jawa Barat 2026 ini diharapkan menjadi katalis positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dengan pasokan yang terjaga, masyarakat kini dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih rasional.

Dengan demikian, sinergi antara pemerintah, distributor, dan pedagang menjadi kunci utama agar tidak terjadi fluktuasi harga yang merugikan konsumen di masa mendatang.

Baca Juga: Sidak Pasar Tradisional, Dirut Bulog Jamin Stok Beras Jawa Barat Melimpah dan Harga Sembako Stabil

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.