Dikritik Gegara Masih Ada Jalan Rusak di Jabar, Dedi Mulyadi Kasih Paham Netizen yang Coba Viralkan

AKURAT JABAR - Sorotan publik kembali tertuju pada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, setelah beredarnya video viral yang memperlihatkan kondisi jalan rusak dan berlumpur.
Video tersebut memicu kritik dari warganet yang mempertanyakan efektivitas program pembangunan infrastruktur di Jawa Barat.
Dalam rekaman yang beredar di media sosial, tampak sepasang pria dan wanita berada di dalam mobil sambil menunjukkan kondisi jalan yang tergenang air dan belum beraspal.
Mereka menyindir program “jalan mulus” yang selama ini menjadi salah satu fokus pembangunan pemerintah provinsi.
“Kang Dedi, ini daerah kamu, masih banyak yang tergenang,” ujar perekam dalam video tersebut.
Bahkan, mereka melontarkan sindiran lanjutan dengan menyebut Dedi Mulyadi belum layak “dipinjam” oleh daerah lain karena masih banyak jalan rusak di wilayahnya.
Sindiran itu merujuk pada isu yang berkembang di publik mengenai figur Dedi Mulyadi yang dinilai berhasil dalam pembangunan infrastruktur, sehingga disebut-sebut layak menjadi pemimpin di daerah lain seperti Kalimantan hingga Lampung.
Namun, kritik tersebut tidak dibiarkan tanpa jawaban. Dedi Mulyadi merespons dengan pendekatan yang relatif santai, namun tetap menyampaikan klarifikasi berbasis fakta.
Ia mengawali tanggapannya dengan mengapresiasi perhatian masyarakat. Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dalam proses pembangunan.
“Saya ucapkan terima kasih atas perhatian dan pengingat terkait kondisi jalan yang masih belum baik,” ujar Dedi.
Meski demikian, ia kemudian menjelaskan bahwa lokasi jalan yang ditampilkan dalam video bukan merupakan jalan umum yang digunakan masyarakat luas.
Jalur Inspeksi BBWS, Bukan Jalan Publik
Berdasarkan hasil peninjauan yang dilakukan, Dedi menyebut jalan tersebut merupakan jalur inspeksi milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Jalur ini memiliki fungsi khusus, yakni untuk mendukung aktivitas operasional seperti pengerukan sungai serta mobilisasi alat berat.
Menurutnya, kondisi jalan yang terlihat rusak dan berlumpur merupakan hal yang wajar, mengingat jalur tersebut sering dilalui kendaraan berat serta digunakan sebagai tempat penumpukan material hasil pengerukan.
“Jalan itu dipakai untuk operasional alat berat. Material hasil pengerukan juga sering ditempatkan di sekitar lokasi, sehingga kondisinya tidak seperti jalan umum,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa lokasi yang dimaksud diduga berada di kawasan Jonggol, Kabupaten Bogor, yang memang memiliki sejumlah jalur inspeksi di sepanjang aliran sungai.
Penegasan ini menjadi penting untuk meluruskan persepsi publik agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait kondisi infrastruktur jalan di Jawa Barat secara keseluruhan.
Baca Juga: Pastikan Jalur Mudik Mantap, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Pimpin Touring Cek Jalan
Respons Balik Bernuansa Sindiran
Selain memberikan klarifikasi, Dedi juga menanggapi dengan nada ringan yang disertai sindiran. Ia mempertanyakan alasan perekam video memilih melintasi jalur inspeksi yang bukan diperuntukkan bagi kendaraan umum.
“Pertanyaannya, mereka hendak ke mana sehingga melewati jalur tersebut? Mengapa tidak menggunakan jalan utama yang tersedia?” ucapnya.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa penggunaan jalur yang tidak semestinya dapat menimbulkan persepsi yang tidak akurat di ruang publik, terutama jika disebarkan tanpa konteks yang jelas.
Infrastruktur Jabar dan Tantangan Pembangunan
Isu jalan rusak memang menjadi salah satu tantangan utama di Jawa Barat, mengingat wilayahnya yang luas dan beragam kondisi geografis. Pemerintah provinsi terus melakukan perbaikan secara bertahap, baik untuk jalan provinsi maupun akses penghubung antarwilayah.
Kinerja pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh Dedi Mulyadi selama ini juga mendapat perhatian luas. Sejumlah program perbaikan jalan dinilai cukup progresif dan menjadi salah satu alasan munculnya wacana figur tersebut diminati daerah lain.
Namun demikian, Dedi mengakui bahwa masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Ia menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur secara merata.
Baca Juga: Keren! Wajah Baru Stasiun Whoosh Padalarang Kini Mirip Jalan Braga Bandung
Pentingnya Literasi Informasi
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya literasi informasi di era digital. Konten visual yang beredar di media sosial tidak selalu mencerminkan kondisi sebenarnya tanpa disertai konteks yang utuh.
Klarifikasi yang disampaikan oleh Dedi Mulyadi menegaskan bahwa tidak semua jalan rusak berada dalam kewenangan pemerintah daerah, serta tidak semuanya merupakan akses publik.
Dengan demikian, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan kebijakan publik dan pembangunan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










