Jabar

Dedi Mulyadi Siap Dukung FK UIN Bandung, Syaratkan Kuliah Gratis bagi Warga Jabar

Didin Wahidin | 9 April 2026, 17:01 WIB
Dedi Mulyadi Siap Dukung FK UIN Bandung, Syaratkan Kuliah Gratis bagi Warga Jabar
Dedi Mulyadi hadiri Dies Natalis ke-58 UIN Bandung dan dukung pembangunan Fakultas Kedokteran.

AKURAT JABAR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan komitmennya untuk mendukung pengembangan perguruan tinggi di wilayahnya, termasuk rencana pembangunan Fakultas Kedokteran di UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda “Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-58” yang digelar di Aula Anwar Musaddad, kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rabu (8/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Dedi juga memberikan ucapan selamat atas bertambahnya usia kampus tersebut yang kini memasuki 58 tahun.

Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa KDM tersebut menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap memberikan dukungan konkret bagi pengembangan institusi pendidikan tinggi.

Baca Juga: KDM Beri Kuliah Umum di Kampus UI, Jabarkan Konsep Pembangunan Berbasis Budaya

Salah satu bentuk dukungan yang ditawarkan adalah pembangunan infrastruktur, termasuk gedung Fakultas Kedokteran.

Namun demikian, Dedi menekankan bahwa bantuan tersebut harus diimbangi dengan kontribusi nyata dari pihak kampus terhadap masyarakat Jawa Barat.

Ia menginginkan adanya kebijakan afirmatif yang memberikan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

“Saya bangun sekian miliar, tapi nanti mahasiswa Jawa Barat, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu, bisa kuliah gratis di Fakultas Kedokteran,” ujarnya.

Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi Bakal Libatkan Mahasiswa Teknik Sipil Awasi Pembangunan Infrastruktur di Jawa Barat

Menurut Dedi, kebijakan tersebut penting agar pembangunan sektor pendidikan benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Ia menilai bahwa akses pendidikan, terutama di bidang kedokteran, masih menjadi tantangan bagi kalangan ekonomi lemah.

Lebih lanjut, Dedi menjelaskan bahwa anggaran daerah harus digunakan secara efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang mencakup aspek pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Baca Juga: Gubernur Jabar Inisiasi Forum Dialog Terbuka, Mahasiswa Apresiasi Ruang Aspirasi

Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan pengeluaran anggaran harus mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat Jawa Barat.

Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi menjadi kunci dalam mewujudkan tujuan tersebut.

Di sisi lain, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rosihon Anwar, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini tengah mempersiapkan pembukaan Fakultas Kedokteran.

Menurut Rosihon, rencana tersebut sudah memasuki tahap pengembangan awal, termasuk penyiapan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan.

Fakultas Kedokteran direncanakan berdiri di Kampus 2 UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang berada di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung.

“Kami terus melakukan pengembangan institusi, salah satunya dengan membuka Fakultas Kedokteran. Lahan di Kampus 2 masih tersedia dan siap dimanfaatkan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran Fakultas Kedokteran diharapkan dapat memperluas kontribusi UIN dalam bidang pendidikan dan kesehatan.

Selain itu, program tersebut juga diharapkan mampu menjawab kebutuhan tenaga medis yang terus meningkat, baik di Jawa Barat maupun secara nasional.

Momentum Dies Natalis ke-58 ini sekaligus menjadi refleksi perjalanan panjang UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam mencetak sumber daya manusia unggul.

Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi di PKKMB UNPAS: Mahasiswa Kritis adalah Motor Perubahan Bangsa

Dukungan dari pemerintah daerah dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat pengembangan institusi pendidikan tinggi.

Kolaborasi antara pemerintah dan kampus diharapkan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan akses pendidikan yang inklusif.

Dengan demikian, manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi.

Langkah ini juga dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jawa Barat.

Jika terealisasi, program Fakultas Kedokteran dengan skema akses gratis bagi masyarakat kurang mampu berpotensi menjadi model kebijakan pendidikan yang berorientasi pada pemerataan.

Baca Juga: Cara Cek Status DTKS untuk Daftar PIP-KIP Kuliah 2025

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.