Jabar

DLH Buka Dua Zona TPA Burangkeng, Strategi Khusus Antisipasi Lonjakan Sampah pascalebaran

Didin Wahidin | 29 Maret 2026, 13:55 WIB
DLH Buka Dua Zona TPA Burangkeng, Strategi Khusus Antisipasi Lonjakan Sampah pascalebaran
Volume sampah pascalebaran ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Kecamatan Setu meningkat tajam, bahkan pada Kamis (26/03/2026) mencapai 370 kendaraan.

AKURAT JABAR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi bergerak cepat mengantisipasi lonjakan volume sampah yang diprediksi meningkat tajam selama periode Idulfitri 1447 Hijriah.

Penanganan sampah pascalebaran Kabupaten Bekasi 2026 kini difokuskan pada optimalisasi pelayanan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng.

Humas DLH Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan skema khusus melalui Bidang Pengendalian dan Pengelolaan Persampahan.

Langkah ini melibatkan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) guna menjamin distribusi pembuangan tetap berjalan lancar tanpa hambatan antrean panjang.

Faktanya, volume kendaraan pengangkut sampah mengalami kenaikan drastis, dari semula 100 kendaraan pada 25 Maret, meroket hingga mencapai puncaknya di angka 370 kendaraan per hari.

Baca Juga: Produksi Sampah Tembus 1.800 Ton, Wali Kota Muhammad Farhan Instruksikan Tutup 60 Titik TPS Ilegal di Kota Bandung

Urai Antrean: Buka Dua Zona Pembuangan di Utara dan Selatan

Oleh sebab itu, salah satu strategi utama DLH adalah membuka dua titik atau zona pembuangan sekaligus di wilayah utara dan selatan TPA Burangkeng.

Kebijakan ini bertujuan untuk memecah arus masuk truk sampah yang meningkat drastis seiring dengan aktivitas mudik dan Lebaran.

Selanjutnya, Dedi memastikan kesiapan armada pengangkut telah diperhitungkan matang sejak jauh hari. Seluruh kendaraan operasional telah menjalani perawatan rutin dan mendapatkan jaminan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) agar operasional tetap maksimal.

“Kami sudah menyiapkan lokasi buangan di dua titik untuk mengantisipasi arus antrean kendaraan yang masuk ke TPA Burangkeng. Kondisi sejauh ini masih wajar dan terkendali,” ujar Dedi Kurniawan di Cikarang Pusat, Jumat (27/3/2026).

Baca Juga: TPA Sarimukti Kembali Dibuka, Penanganan Sampah Kota Bandung Pasca Lebaran 2026 Berangsur Normal

Gerakan Mudik Tanpa Sampah: Satu Juta Pemudik Jadi Perhatian

Menariknya, DLH Kabupaten Bekasi juga menggencarkan sosialisasi "Mudik Tanpa Sampah". Langkah ini dinilai sangat krusial mengingat Kabupaten Bekasi menjadi jalur perlintasan utama bagi lebih dari satu juta pemudik yang menuju arah Jawa Tengah maupun Jawa Timur.

Poin Utama Strategi DLH Bekasi:

  1. Zona Ganda: Pengaktifan zona utara dan selatan TPA Burangkeng untuk mencegah bottleneck.

  2. Kesiapan Armada: Optimalisasi kendaraan eksisting tanpa perlu penambahan unit baru.

  3. Kolaborasi Swasta: Melibatkan pihak ketiga dalam proses pengangkutan sampah di titik-titik krusial.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Sampah Periode Lebaran 2026 di Kota Bandung, Pemkot Kerahkan Ribuan Personel Kebersihan

Inovasi Pasca Lebaran: Skema Mining Sampah Non-Organik

Selain itu, untuk penanganan jangka panjang pasca Lebaran, DLH berencana menggandeng pihak swasta dalam pengelolaan sampah non-organik melalui skema mining (penambangan) sampah.

Program ini bertujuan untuk mengurangi beban sampah eksisting yang sudah menumpuk di area TPA Burangkeng.

Penting untuk dicatat, Dedi juga mengimbau masyarakat untuk mulai memilah sampah dari tingkat rumah tangga. Pemisahan antara sampah organik dan non-organik dianggap sebagai solusi paling efektif untuk memperpanjang usia pakai TPA.

“Solusi terbaik adalah memilah sampah dari rumah. Ini langkah sederhana yang sangat membantu mengurangi beban TPA Burangkeng secara signifikan,” tambahnya.

Baca Juga: Atasi Masalah Limbah, Pemkab Bekasi Matangkan Kerja Sama Pengelolaan Sampah Kabupaten Bekasi 2026 Bersama PT Asiana

Penutup: Komitmen Pelayanan Kebersihan yang Optimal

Akhirnya, meski terjadi lonjakan volume sampah pascalebaran Kabupaten Bekasi 2026, DLH optimis seluruh sampah di wilayah Kabupaten Bekasi dapat tertangani dengan baik.

Sinergi antara pemerintah, pihak swasta, dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kebersihan lingkungan selama hari raya.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan tetap mematuhi jadwal pembuangan sampah di lingkungan masing-masing guna memudahkan petugas dalam melakukan pengangkutan secara terjadwal.

Baca Juga: Hantam Lubang Jalan Sebelum Mudik? Plt Bupati Bekasi Instruksikan Perbaikan Kilat 33 KM Jalur Utama!

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.