Malela Studi Desak Bupati Bandung Barat Selesaikan Proyek GOR Mangkrak Rp7,6 Miliar

AKURAT JABAR, Bandung Barat - Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga Malela Studi, Risal Abdan Fauzi meminta Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail untuk turun tangan menyelesaikan Proyek pembangunan gedung olahraga pemuda.
Bangunan tersebut terletak di Kampung Sodong, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat Senilai Rp 7,6 miliar yang hingga kini masih mangkrak.
Menurut Risal, proyek yang dimulai sejak tahun 2023 ini seharusnya menjadi fasilitas olahraga bagi masyarakat, namun hingga saat ini masih terbengkalai dan belum bisa dimanfaatkan.
"kepemimpinan baru di Kabupaten Bandung Barat harus menjadikan penyelesaian proyek ini sebagai salah satu prioritas," terang Risal kepada Akurat Jabar.
Menurutnya, ketidakjelasan proyek ini menunjukkan buruknya pengelolaan anggaran dan lemahnya pengawasan dari dinas terkait.
"Bupati yang baru harus segera mengambil langkah tegas untuk memastikan proyek ini tidak berlarut-larut. Jangan sampai fasilitas yang seharusnya mendukung pengembangan olahraga di Bandung Barat justru menjadi simbol kegagalan pemerintah daerah," tegas Risal.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Malela Studi, ada beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab proyek ini terhenti, di antaranya:
- Keterlambatan pencairan anggaran yang menghambat kelanjutan pembangunan.
- Perencanaan yang tidak matang, sehingga proyek tidak berjalan sesuai target.
- Kurangnya transparansi dalam pelaksanaan proyek, yang memunculkan dugaan penyimpangan anggaran.
Melihat kondisi ini, Studi Malela mendesak Bupati Bandung Barat yang baru untuk segera:
1.Melakukan audit menyeluruh terhadap proyek GOR ini dan mengungkap penyebab keterlambatan.
2.Memastikan proyek dilanjutkan dan selesai dalam waktu dekat dengan tenggat waktu yang jelas.
3.Mengusut kemungkinan adanya penyimpangan anggaran, jika ditemukan indikasi pelanggaran hukum.
4.Melibatkan masyarakat dan organisasi pemuda dalam pengawasan proyek agar tidak terjadi kasus serupa di masa depan.
Risal menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan dan tindakan nyata dari pemerintah daerah.
"Jika tidak ada respons yang memadai, mereka mempertimbangkan untuk mengajukan laporan resmi ke inspektorat dan lembaga anti-korupsi guna memastikan proyek ini tidak menjadi ajang penyalahgunaan anggaran," demikian pungkasnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sabet Penghargaan Disway Top Regional Leader Award 2026, Saepul Bahri Binzein Kokohkan Purwakarta sebagai Magnet Industri Jawa Barat
- 2Menguji Akuntabilitas di Tengah Polemik PCMB Jawa Barat: Solusi Untuk Calon Murid Lebih Utama daripada Pergantian Pimpinan
- 3Respons Isu Reformasi Jilid II, Forum Sekjen Cipayung Plus: Situasi Berbeda dengan 1998
- 4BEM Se-Kota Makassar Gelar Dialog Kebangsaan, Dorong Independensi Mahasiswa Menuju Indonesia Emas
- 5Hari Jadi Purwakarta 2026 Dimulai, Om Zein Ajak Warga Jaga Sumber Air Lewat Tradisi Muru Indung Cai
- 6HMI Cabang Purwakarta dan Wamenko Bidang Pangan: Merekonstruksi Ketahanan Pangan Nasional dari Perspektif Kader Mandataris dan Arsitektur Digital
- 7Sambut HUT Ke-57 UIN Sultanah Nahrasiyah, Personel Brimob Aceh Batalyon B Pelopor Gelar Aksi Donor Darah
- 8Sikapi Tantangan Fiskal dan Demokrasi, Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Program MBG hingga Kebebasan Akademik
- 9Respons Isu Reformasi Jilid II, Forum Sekjen Cipayung Plus: Situasi Berbeda dengan 1998
- 10Sikapi Tantangan Fiskal dan Demokrasi, Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Program MBG hingga Kebebasan Akademik






