Jabar

Pemkot Bandung Gerak Cepat Atasi Dampak Cuaca Ekstrem: Koordinasi Lintas Dinas dan Santunan Korban

Didin Wahidin | 8 April 2026, 18:23 WIB
Pemkot Bandung Gerak Cepat Atasi Dampak Cuaca Ekstrem: Koordinasi Lintas Dinas dan Santunan Korban
Wali Kota Bandung tinjau lokasi terdampak cuaca ekstrem dan pastikan langkah cepat penanganan hingga santunan bagi korban.

AKURAT JABAR - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bergerak cepat merespons dampak cuaca ekstrem yang menerjang wilayah Kota Bandung pada Sabtu, 4 April 2026.

Menurutnya, koordinasi lintas dinas telah berjalan dan kesiapsiagaan antisipatif menjadi prioritas dalam penanganan pascagempa hidrometeorologi tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Farhan usai melakukan peninjauan di sejumlah titik terdampak yang mengalami kerusakan material maupun sosial.

Wali kota menekankan keterlibatan aktif berbagai instansi dalam penanggulangan bencana adalah bentuk respons cepat pemerintah kepada masyarakat.

Baca Juga: Wali Kota Farhan Jamin Pasokan BBM Kota Bandung 2026 Aman, Tekankan Solusi Sampah Jadi Listrik

Lokasi Terdampak Ditinjau Langsung

Dalam pemeriksaan lapangan, Farhan didampingi perwakilan perangkat daerah seperti Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Disdamkarmat), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta unsur pimpinan wilayah setempat.

Beberapa titik yang menjadi fokus peninjauan antara lain:

  • Microlibrary Bima di Jalan Bima,

  • Kawasan Jalan Citepus 3 RW 10 Kelurahan Pajajaran, Kecamatan Cicendo,

  • Jalan Cihapit,

  • serta SDN 023 Pajagalan.

Di setiap titik ini, petugas menemukan dampak dari hujan deras disertai angin kencang yang menyebabkan banyaknya pohon tumbang, kerusakan struktur bangunan ringan, hingga gangguan akses jalan.

Baca Juga: Wali Kota Muhammad Farhan Dorong Penetapan Cagar Budaya TPU Cikadut Bandung Melalui Kajian Ilmiah

Pohon Tumbang Jadi Perhatian Utama

Farhan menyoroti fenomena tumbangnya pepohonan dalam jumlah signifikan sepanjang wilayah kota. Ia menyatakan bahwa keberadaan pohon peneduh — yang selama ini menjadi ciri khas Kota Bandung — kini justru menjadi tantangan serius ketika kondisi cuaca ekstrem terjadi.

“Kita menghadapi kejadian luar biasa. Pohon-pohon besar yang selama ini menjadi ciri khas kota banyak yang tumbang. Ini sangat mengkhawatirkan karena secara langsung berdampak pada keselamatan publik,” ujar Farhan.

Ia menambahkan, berbagai instansi teknis segera menyusun skenario mitigasi untuk meminimalkan potensi dampak serupa di masa mendatang.

Tim gabungan dari permukiman, damkar, perhubungan, bina marga, hingga pertanian dipastikan terlibat dalam langkah preventif.

Baca Juga: Wali Kota Muhammad Farhan Ungkap Penyebab Kematian Anak Harimau Bandung Akibat Infeksi Virus Ganas

Aksi Koordinasi dan Strategi Mitigasi

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kota Bandung akan mengadakan rapat koordinasi lintas dinas dalam waktu dekat. Fokus utamanya mencakup:

  • Penataan ulang dan pemangkasan pohon besar yang berpotensi roboh,

  • Pemetaan titik rawan bencana berdasarkan data cuaca terkini,

  • Penyusunan strategi mitigasi dengan perangkat daerah teknis,

  • Sosialisasi kewaspadaan kepada masyarakat.

Farhan menekankan bahwa kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan, terutama di musim pancaroba yang rawan perubahan cuaca ekstrem.

Dia juga mengingatkan warga untuk selalu waspada dan berhati‑hati saat berada di luar ruangan ketika hujan deras disertai angin kencang terjadi.

Baca Juga: Wali Kota Muhammad Farhan Minta Pendatang Kota Bandung Lebaran 2026 Segera Urus Adminduk

Imbauan kepada Masyarakat dan Santunan Bagi Korban

Dalam kesempatan yang sama, Farhan juga menyampaikan rasa duka mendalam atas korban jiwa akibat musibah tersebut.

Ia menyatakan Pemerintah Kota Bandung berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Sebagai bentuk kepedulian, kita akan memberikan santunan kepada keluarga korban yang meninggal dunia sebesar Rp50 juta,” ujar Farhan.

Walikota berharap bantuan tersebut bisa sedikit meringankan beban keluarga sekaligus menjadi wujud tanggung jawab pemerintah terhadap warganya.

Ia menambahkan, selain santunan, pihaknya juga membuka jalur bantuan psikososial serta dukungan sosial lain bagi masyarakat yang terdampak.

Baca Juga: Pembangunan BRT Bandung Dibekukan: Wali Kota Farhan Semprot Kualitas Proyek

Upaya Pencegahan Ke Depan

Pemkot Bandung menegaskan akan memperkuat sistem peringatan dini, mempercepat rehabilitasi area terdampak, serta memperkuat komunikasi risiko kepada publik melalui kanal resmi pemerintah kota dan dinas terkait.

Dengan langkah‑langkah tersebut, Farhan berharap kejadian serupa dapat diminimalisir dan masyarakat semakin tangguh menghadapi bencana akibat cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berpeluang berulang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.