Wali Kota Bandung Ajak Warga Kurangi Plastik Sekali Pakai untuk Takeaway

AKURAT JABAR - Muhammad Farhan mengajak masyarakat di Bandung untuk mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, khususnya pada kemasan makanan dan minuman yang dibawa pulang (takeaway).
Imbauan ini disampaikan sebagai respons atas lonjakan harga plastik yang dinilai semakin memberatkan.
Farhan menyampaikan hal tersebut saat ditemui di Taman Saturnus pada Senin, 13 April 2026.
Ia menilai kondisi kenaikan harga plastik yang signifikan dapat dijadikan momentum untuk mendorong perubahan kebiasaan masyarakat dalam menggunakan kemasan.
Menurutnya, harga plastik dari produsen mengalami kenaikan drastis, bahkan disebut mencapai hingga 10 kali lipat.
Situasi ini dinilai tidak hanya berdampak pada pelaku usaha, tetapi juga konsumen yang akhirnya ikut menanggung biaya tambahan.
“Ini saat yang tepat untuk mulai mengubah kebiasaan. Ketika harga plastik naik tinggi, kita harus lebih bijak dalam penggunaannya,” ujar Farhan.
Ia menekankan bahwa masyarakat bisa mulai beralih ke solusi sederhana, seperti membawa wadah makanan sendiri dari rumah saat membeli makanan takeaway.
Penggunaan tempat makan atau botol minum yang dapat dipakai ulang dinilai lebih efisien sekaligus ramah lingkungan.
Farhan juga menyebut istilah “botram” sebagai contoh kebiasaan lokal yang bisa dihidupkan kembali.
Baca Juga: Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, KLH Terbitkan Surat Edaran: Hentikan Polusi Plastik!
Dengan membawa tempat makan sendiri, masyarakat tidak hanya mengurangi sampah plastik, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap pelestarian lingkungan.
Selain faktor lingkungan, penggunaan wadah pakai ulang juga dinilai lebih hemat dalam jangka panjang. Masyarakat tidak perlu terus-menerus bergantung pada kemasan sekali pakai yang harganya semakin mahal.
Pemerintah Kota Bandung, lanjut Farhan, memilih pendekatan berbasis kesadaran konsumen dibandingkan dengan pembatasan produksi plastik. Strategi ini dianggap lebih efektif dalam membangun perubahan perilaku yang berkelanjutan.
“Pendekatannya bukan sekadar melarang, tapi mengajak masyarakat untuk beralih. Dari yang sebelumnya menggunakan plastik sekali pakai, menjadi menggunakan wadah yang bisa dipakai berulang,” jelasnya.
Upaya ini juga menjadi bagian dari langkah jangka panjang untuk mengatasi persoalan sampah plastik di Kota Bandung.
Baca Juga: TPA Cikolotok Ditutup Bertahap, Sampah Purwakarta Dialihkan ke PLTSa Sarimukti
Selama ini, limbah plastik menjadi salah satu penyumbang terbesar dalam permasalahan lingkungan perkotaan.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, pemerintah berharap volume sampah plastik dapat ditekan secara signifikan. Partisipasi aktif warga dinilai menjadi kunci utama dalam keberhasilan program ini.
Farhan optimistis bahwa perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari, seperti membawa wadah sendiri, dapat memberikan dampak besar jika dilakukan secara konsisten oleh masyarakat luas.
Di tengah tantangan lingkungan dan ekonomi, langkah ini diharapkan mampu menciptakan pola konsumsi yang lebih berkelanjutan di Kota Bandung.
Baca Juga: Dedi Mulyadi dan Menteri LH Percepat Pembangunan PSEL Bandung Raya dan Bogor-Depok
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










