Gandeng Pusat, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Akselerasi Pembangunan Rusunami bagi MBR

AKURAT JABAR – Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah saat ini tengah mengakselerasi program perumahan rakyat di Kota Bandung.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Wali Kota Bandung Muhammad Farhan yang dinilai sangat sigap membangun kolaborasi lintas level pemerintahan.
Oleh karena itu, Maruarar memuji kecepatan gerak Farhan meski baru menjabat selama satu tahun.
Lebih lanjut, kolaborasi ini melibatkan kekompakan dari tingkat Presiden, Gubernur, hingga aparatur kewilayahan seperti kelurahan dan RW demi menghadirkan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Komitmen Integritas dan Kualitas Rusunami
Meskipun menyadari adanya tantangan di lapangan, Maruarar menekankan bahwa integritas dan tata kelola yang baik menjadi kunci utama keberhasilan program Rusunami ini.
Selain itu, ia menginstruksikan agar kualitas bangunan dan ketepatan sasaran penerima manfaat benar-benar terjaga bagi rakyat Bandung.
"Kita buktikan semua level pemerintahan bisa bergerak kompak. Maka dari itu, pastikan integritas, tata kelola, dan kualitas hunian tetap menjadi prioritas," ujar Maruarar saat meninjau lokasi rencana pembangunan, Kamis (12/2/2026).
Baca Juga: Solusi Banjir dan Hunian Layak, Menteri PKP Resmikan Proyek Rumah Susun Subsidi Meikarta
Target 1.000 Unit dan Prioritas Bagi Guru
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menargetkan perolehan alokasi sekitar 1.000 unit rumah subsidi bagi warganya.
Menariknya, skema yang diusung adalah berbasis kepemilikan (hak milik) dan bukan relokasi paksa.
Sebab, sasaran utama program ini adalah MBR yang memiliki penghasilan namun belum memiliki rumah sendiri.
Sebagai tambahan, Farhan mengusulkan agar para guru menjadi kelompok prioritas penerima hunian tersebut.
Dengan demikian, ekosistem di sekitar lokasi pembangunan yang dekat dengan sekolah dapat mendukung ketenangan hidup para pendidik.
“Kami berharap Bandung bisa mendapat seribu unit. Ini hak milik, dan guru akan kita prioritaskan karena ekosistemnya sudah mendukung,” jelas Farhan.
Perumahan Vertikal sebagai Role Model Jawa Barat
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Sekretaris Daerah Herman Suryatman menyatakan dukungan penuh terhadap terobosan ini.
Oleh sebab itu, Pemprov Jabar mendorong konsep perumahan vertikal guna menekan angka alih fungsi lahan yang kian masif.
Nantinya, program yang dipelopori oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan ini akan dijadikan sebagai role model untuk direplikasi di kota-kota lain di Jawa Barat.
Pada akhirnya, pemerintah berjanji akan mengumumkan detail skema pembiayaan, regulasi, dan mekanisme pelaksanaan secara menyeluruh pada akhir Februari 2026 mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










