Tindak Lanjut Arahan Presiden, Pemkab Bekasi Bersama TNI-Polri Bersihkan Dampak Pascabanjir di Grand Cikarang City

AKURAT JABAR – Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama jajaran TNI dan Polri bergerak serentak melakukan aksi bersih-bersih lingkungan (kurve).
Aksi bersih-bersih ini dilakukan dengan tujuan untuk menangani dampak pascabanjir di Perumahan Grand Cikarang City (GCC), Desa Karangraharja, Kecamatan Cikarang Utara, Minggu (8/2/2026).
Kegiatan gotong royong berskala besar ini merupakan implementasi langsung dari instruksi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, saat Rakornas di Bogor terkait percepatan penanganan bencana banjir.
Baca Juga: Atasi Banjir Hilir, Pemkab Bekasi Minta Pemprov Jabar Percepat Perbaikan Tanggul di Kabupaten Bekasi
Fokus Pemulihan Aliran Air dan Saluran Drainase
Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menegaskan bahwa fokus utama aksi ini adalah mempercepat pemulihan lingkungan di wilayah Desa Karangraharja.
Berdasarkan analisis bersama Kapolres Metro Bekasi dan Dandim 0509/Kabupaten Bekasi, kawasan GCC teridentifikasi sebagai salah satu sumber aliran air yang memicu luapan ke permukiman warga.
"Hari ini saya bersama jajaran TNI dan Polri menjalankan arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan aksi bersih-bersih. Kita fokus di Perumahan GCC karena dari analisa lapangan, wilayah ini menjadi salah satu sumber genangan air," jelas Asep.
Baca Juga: Lindungi Warga, Pemkab Bekasi Larang Pengembangan Perumahan yang Belum Bebas Banjir
Dalam aksi tersebut, Pemkab Bekasi mengerahkan ratusan personel gabungan yang terdiri dari 300 anggota Polri, personel TNI, serta para relawan.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Satpol PP juga menerjunkan 10 armada truk pengangkut sampah untuk mengangkut sedimen dan sampah yang menyumbat drainase.
Baca Juga: Pastikan Warga Aman, Plt Bupati Bekasi Tinjau Titik Parah Banjir di Cikarang Utara
Penyebab Banjir: Infrastruktur dan Perubahan Tata Lahan
Asep menjelaskan bahwa banjir di kawasan tersebut dipicu oleh beberapa faktor kompleks. Selain pendangkalan, buruknya infrastruktur drainase pasca alih fungsi lahan dari persawahan menjadi kawasan permukiman turut memperparah kondisi saat hujan deras tiba.
"Dulu kawasan ini adalah sawah, sekarang menjadi perumahan. Sayangnya, infrastruktur drainasenya kurang baik, sehingga banjir hampir merata di wilayah ini," tambahnya.
Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Sumarni, menekankan bahwa keterlibatan Polri merupakan agenda rutin sesuai instruksi Kapolri dan Kapolda Metro Jaya.
Baca Juga: Bekasi Siaga Darurat! Banjir Kabupaten Bekasi Januari 2026 Rendam 16 Kecamatan dan Ribuan Rumah
Ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan disiplin dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah preventif jangka panjang.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Menjaga kebersihan adalah kewajiban kita bersama demi mencegah terulangnya banjir,” tegas Kombes Pol Sumarni.
Pada akhirnya, sinergi lintas instansi ini diharapkan mampu meminimalisir risiko banjir susulan serta mengembalikan kenyamanan bagi para penghuni di kawasan pascabanjir di Perumahan Grand Cikarang City.
Baca Juga: Atasi Backlog Hunian, Kementerian PKP Sosialisasi Program Apartemen Bersubsidi di Kabupaten Bekasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










