Jabar

Jabar Semakin Toleran! Indeks Kerukunan Umat Beragama Jawa Barat 2025 Raih Skor Tinggi, Lampaui Capaian Nasional

Didin Wahidin | 30 Maret 2026, 17:45 WIB
Jabar Semakin Toleran! Indeks Kerukunan Umat Beragama Jawa Barat 2025 Raih Skor Tinggi, Lampaui Capaian Nasional
Gubernur Dedi Mulyadi saat acara silaturahmi bersama pegawai Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dan para kepala daerah se-Jawa Barat di Gedung Sate, Senin (30/3/2026).

AKURAT JABAR – Provinsi Jawa Barat mencatatkan prestasi membanggakan dalam menjaga keharmonisan sosial. Indeks Kerukunan Umat Beragama Jawa Barat 2025 secara resmi masuk dalam kategori tinggi dengan skor 79,43.

Angka ini mencerminkan hubungan antarpemeluk agama yang semakin toleran, setara, dan solid dalam bingkai kerja sama bermasyarakat.

Capaian impresif Provinsi Jawa Barat ini tercatat berada di atas rata-rata nasional yang hanya mencapai angka sebesar 77,89.

Keberhasilan ini sekaligus mengukuhkan posisi Jawa Barat sebagai wilayah yang mampu memitigasi potensi konflik sosial bermotif agama dengan sangat baik.

Faktanya, stabilitas kerukunan yang terjaga secara konsisten menciptakan rasa aman yang luar biasa bagi para investor serta pelaku ekonomi untuk menjalankan bisnis mereka di tanah Pasundan.

Baca Juga: Sesalkan Pengrusakan Rumah Doa di Sukabumi, Kemenag Rancang Regulasi Khusus Perkuat Kerukunan Beragama

Bappeda Jabar: Kerukunan Jadi Cermin Mitigasi Konflik

Oleh sebab itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menuturkan bahwa IKUB berfungsi sebagai indikator vital bagi pemerintah daerah.

Keberhasilan menjaga skor tetap tinggi membuktikan bahwa program pembinaan kelembagaan dan kegiatan lintas agama berjalan efektif.

Selanjutnya, Dedi menekankan bahwa hubungan sosial masyarakat di Jawa Barat saat ini relatif sangat harmonis. Masyarakat menunjukkan sikap saling menghargai yang tinggi, terutama dalam pelaksanaan ibadah masing-masing pemeluk agama.

“Konflik keagamaan berskala besar tergolong sangat minim di Jawa Barat. Hal ini menunjukkan bahwa interaksi sosial antarmasyarakat dari berbagai agama semakin memperkuat dimensi kebersamaan kita,” ujar Dedi Mulyadi, Sabtu (28/3/2026).

Baca Juga: Bersejarah! Menag Lantik 71 Ribu PPPK, Tekankan Implementasi Trilogi Kerukunan Umat Beragama

Peran Strategis FKUB dan Kebijakan Pemerintah

Menariknya, keberadaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota memegang peranan krusial.

Lembaga ini menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas sosial dan menyelesaikan riak-riak kecil di tengah masyarakat sebelum menjadi konflik besar.

Faktor Penunjang Keberhasilan IKUB Jabar:

  1. Sikap Toleransi: Tingginya kesadaran warga Jawa Barat untuk menghormati perbedaan keyakinan.

  2. Pembinaan Lembaga: Penguatan peran FKUB secara merata di 27 kabupaten/kota.

  3. Program Pemerintah: Kebijakan Pemprov Jabar yang secara aktif mendorong program penguatan kerukunan sosial dan moderasi beragama.

  4. Interaksi Sosial: Meningkatnya ruang-ruang dialog lintas iman yang mempererat persaudaraan.

Baca Juga: Jaga Kebersamaan Umat, Lembaga Falakiyah NU Pastikan Penetapan Awal Syawal 1447 H Tunggu Hasil Sidang Isbat

Dampak Positif bagi Iklim Investasi

Selain itu, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kerukunan bukan sekadar urusan sosial, melainkan juga fondasi ekonomi. Wilayah yang rukun akan jauh lebih menarik bagi modal asing dan domestik karena memiliki risiko gangguan keamanan yang rendah.

Penting untuk dicatat, keberhasilan Indeks Kerukunan Umat Beragama Jawa Barat 2025 ini akan terus pemerintah jaga melalui berbagai instrumen kebijakan strategis.

Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat berkomitmen memperkuat kerukunan sosial sebagai pilar utama pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga: Menag Klarifikasi Pernyataannya yang Dianggap Menyinggung Profesi Guru, Sampaikan Permohonan Maaf

Sinergi Warga dan Pemerintah Jaga Harmonisasi

Akhirnya, capaian skor 79,43 ini menjadi kado bagi masyarakat Jawa Barat yang terus memegang teguh nilai-nilai toleransi.

Sinergi antara kebijakan pemerintah yang inklusif dan kesadaran masyarakat yang moderat menjadi kunci utama Jabar tetap menjadi rumah yang nyaman bagi semua penganut agama.

Dengan demikian, Jawa Barat optimis dapat terus meningkatkan kualitas kehidupan beragama demi mewujudkan masyarakat yang juara secara lahir dan batin.

Baca Juga: Melampaui Target! IPM Jawa Barat Tahun 2025 Melesat ke 75,9 Poin, Sektor Pendidikan dan Kesehatan Jadi Kunci Utama

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.