Dedi Mulyadi Bayar Gaji Karyawan Kebun Binatang Bandung Dua Bulan, Bukti Aksi Nyata

AKURAT JABAR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menunjukkan langkah konkret dalam menangani persoalan kesejahteraan pekerja di Kebun Binatang Bandung. Sosok yang akrab disapa KDM itu hadir langsung untuk menyaksikan proses pembayaran gaji karyawan yang sebelumnya tertunda selama dua bulan.
Pembayaran tersebut dilakukan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat sebagai bentuk intervensi atas permasalahan yang terjadi di lingkungan kebun binatang tersebut.
Sebelumnya, para pekerja diketahui belum menerima upah dari pihak pengelola, yakni Yayasan Margasatwa Tamansari, sejak Februari hingga Maret 2026.
Baca Juga: Sebut Akibat Konflik Pengelolaan, Ono Surono Soroti Tajam Kematian Anak Harimau di Bandung Zoo
Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi mengakui sempat memiliki rencana awal untuk membantu pembayaran satu bulan gaji. Namun, setelah mempertimbangkan kondisi para karyawan, ia memutuskan untuk langsung melunasi dua bulan upah sekaligus.
“Saya mohon maaf karena tidak sesuai janji awal. Tadinya hanya satu bulan, sekarang saya bayarkan dua bulan. Mudah-mudahan ini bisa membantu,” ujarnya di hadapan para pekerja, Jumat (3/4/2026).
Langkah tersebut mendapat respons positif dari berbagai pihak. Ketua Sementara Tim Penanganan Kebun Binatang Bandung, Rohman Suryawan, menyampaikan apresiasi atas gerak cepat yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Baca Juga: Kebun Binatang Bandung Tetap Tutup Pasca Lebaran, Ini Alasannya
Menurut Rohman, bantuan yang diberikan tidak hanya terbatas pada pembayaran gaji. Pemerintah juga turut membantu dalam aspek lain yang mendesak, seperti perbaikan kandang, penyediaan pakan satwa, serta dukungan operasional.
“Ini langkah yang sangat membantu, tidak hanya bagi karyawan tetapi juga untuk keberlangsungan pengelolaan kebun binatang,” kata Rohman.
Ia berharap, intervensi dari Pemprov Jabar dapat memperkuat upaya yang sedang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang melanda kebun binatang tersebut.
Di sisi lain, para karyawan menyambut baik bantuan yang diberikan. Salah satunya disampaikan oleh Aep Saepudin, yang telah lama bekerja sebagai perawat satwa, khususnya orangutan dan primata kecil.
Ia mengaku merasa terbantu dan mengapresiasi langkah cepat yang diambil oleh Dedi Mulyadi.
“Ini sangat membantu. Tidak banyak janji, tapi langsung direalisasikan,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Sapariah, yang telah mengabdi selama lebih dari tiga dekade. Ia mengaku tidak menyangka akan menerima gaji dua bulan secara langsung.
“Alhamdulillah, ini sangat berarti bagi kami. Tidak menyangka bisa langsung dibayarkan dua bulan,” katanya.
Baca Juga: Pemerintah Amankan Aset dan Selamatkan Satwa Kebun Binatang Bandung
Menurut Sapariah, tindakan yang dilakukan oleh Dedi Mulyadi menjadi bukti bahwa komitmen pemerintah tidak berhenti pada janji.
Ia juga mengungkapkan rasa haru karena dapat bertemu langsung dengan sosok gubernur yang sebelumnya hanya ia lihat melalui media sosial.
“Biasanya hanya melihat di YouTube, sekarang bisa bertemu langsung. Sangat bahagia,” tuturnya.
Lebih jauh, para karyawan berharap kondisi Kebun Binatang Bandung dapat segera pulih dan kembali beroperasi secara normal. Mereka juga menginginkan adanya kepastian terkait pengelolaan ke depan, sehingga kesejahteraan pekerja dapat terjamin.
Selain itu, mereka berharap siapapun pengelola yang akan mengambil alih nantinya dapat memberikan kepastian kerja serta meningkatkan taraf hidup para karyawan.
Baca Juga: Hati-hati Kelola Aset, Pemkot Kaji Masa Depan Kebun Binatang Bandung secara Mendalam
Langkah yang diambil oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini dinilai sebagai bagian dari upaya penyelamatan aset daerah sekaligus perlindungan terhadap tenaga kerja.
Dengan adanya intervensi ini, diharapkan berbagai persoalan yang selama ini menghambat operasional kebun binatang dapat segera diselesaikan.
Ke depan, sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota menjadi kunci penting dalam memastikan keberlanjutan pengelolaan Kebun Binatang Bandung.
Tidak hanya untuk kepentingan pariwisata, tetapi juga untuk menjaga kesejahteraan satwa dan para pekerja yang menggantungkan hidupnya di tempat tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










